Terjangan Air Laut di Anyer Mirip Tsunami di Palu

JAKARTA – BMKG menyatakan musibah yang terjadi di Anyer, Banten adalah gabungan dari gelombang tinggi dan tsunami. Tinggi gelombang air laut disebut mencapai 3 meter.

Sebelumnya BMKG memberikan warning ancaman tinggi gelombang Selat Sunda 2 meter. Peringatan itu berlaku mulai 21 Desember hingga 25 Desember 2018. Pada jam yang sama gelombang tsunami naik 0,9 meter, sehingga bisa disimpulkan naik sekitar 3 meter. “Tentunya menyebabkan bagaimana tsunami masuk ke daratan,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Minggu (23/12/2018).

banner 720x527

Menurut Rahmat, penyebab  tsunami dipicu erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya, apakah karena longsoran yang terjadi akibat erupsi atau ada faktor lainnya.

“Sebetulnya tsunami dipastikan akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, tapi lebih detil apakah karena longsoran perlu nanti diteliti lebih lanjut. Namun ini dipastikan tsunami di Banten dan Lampung akibat aktivitas Anak Gunung Krakatau,” tuturnya.

Selain Banten, tsunami juga menerjang wilayah Lampung. Pola terjadinya tsunami ini disebut mirip dengan yang terjadi di Palu beberapa waktu lalu. “Setelah kami analisis lanjut gelombang itu merupakan gelombang tsunami, jadi tipe polanya sangat mirip gelombang tsunami yang terjadi di Palu,” kata Kepala BMKG Dwikorita Kurnawati. (Sumber : BMKG)

Topik Hari Ini