by

Plt Kadis Pariwisata Mubar Disebut Malas Berkantor, Pulau Indo Luput dari Perhatian

MUNA BARAT, TOPIKSULTRA.COM – Kondisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di Kabupaten Muna Barat (Mubar) akhir -akhir ini kian sepi dari aktifitas perkantoran layaknya kantor-kantor di dinas lain. Sebagian staf dan pegawai Honorer di kantor tersebut mulai jenuh berada  karna tidak ada pekerjaan.

“Mulai jenuh juga soalnya tidak ada pekerjaan, teman-teman yang lain juga mulai malas  berkantor, ini sudah jam 9 pagi tapi beberpa kepala bidang belum ada yang datang,” keluh Kepala Bidang Kebudayan, Dinas Pariwisata dan Kebudataan Mubar, LM. Asri Dawa kepada wartawan Topiksultra.com di kantornya (15/5).

Menurut Asri, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mubar bagaikan ayam kehilangan induknya. Karena Pelaksana Kadis Ali Kadirun, jarang masuk kantor.

“Mohon maaf saya juga tidak tau apa kesibukannya tapi selama menjabat sebaga Plt Kadis Pariwisata, baru 7 kali saya ketemu di kantor ini. Kalaupun masuk kantor paling lama 1 jam lebih beliau bertahan di sini,” terangnya.

Akibat dari itu, kata Asri, beberpa destinasi wisata yang telah digenjot oleh Kadis lama dalam hal ini Nasir Kola sudah tidak terawat. Misalnya destinasi wisata Pulau Indo, ini menjadi catatan besar bagi Plt Kadis baru, karena Pulau Indo sudah di kenal di banding destinasi wisata lainnya.

“Dulu pulau Indo itu diperhatikan betul, ada honorer yang jaga disana untuk membersihkan dan sekaligus menjaga keamanan aset-aset yang telah di bangun, tapi sekarang hal itu sudah tidak lagi, mungkin kendala biaya juga,” tuturnya.

Asri juga menyampaikan bahwa pihaknya pernah berkunjung di Pulau Indo bersama honorer. Ia melihat kondisi Pulau Indo terlihat kumuh, banyak sampah  dan terakhir ada informasi bahwa beberapa fasilitas mulai rusak.

“Sampah tahambur, rumput mulai mengganggu pemandangan. Kemudian Pintu kaca bangunan di bagian belakang pica dan lampu aki hilang tapi ini Informasi   yang saya dapat sama masyarakat Ahir ini  sudah tidak ada lampu yang menyala,” jelas Asri.

Menanggapi hal tersebut Plt Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Mubar, Ali Kadirin, menyampaikan bahwa apa yang disampaikan bawahannya tidak benar.

“Tidak benar, saya juga harus menyampaikan bahwa selama ini saya tidak pernah tinggalkan kantor, tapi selama 3 hari  ini ada pemeriksaan BPK di Raha, jadi kita pulang balik disana, tapi saya tidak pernah tinggalkan kantor,” bantahnya.

Ia mengaku selama menjabat dirinya di perhadapkan dengan berbagai kegiatan yang harus dan wajib di kerjakan. Mulai dari STQ, Halo Sultra, kemudian sekarang menghadapi pemeriksaan BPK.

“Jadi Seingat saya kami ini blum ada istrahat. Sebalik dari Halo Sultra, persiapan untuk kegiatan 2020, kemudian mempersiapkan pemeriksaan. Jadi saya tidak mengerti kenapa ada komentar saya jarang masuk kantor,” kata Ali.

Terkait Pulau Indo sudah tidak terurus, Ali Kadirum menyampaikan informasi itu tidak benar. Pihaknya sudah berkunjung, bahkan bermalam untuk membersihkan.

“Apanya yang tidak terurus, kita kemarin sering kesana, membersihkan dan sebagainya. Kalau persoalan penjagaan pulau indo itu kita harus bicarakan dulu karena menyangkut kebutuhan hidup para honorer,” tambahnya.

Untuk di ketahui Destinasi wisata Pulau Indo merupakan wisata yang sudah digenjot dari tahun 2018. Beberapa penataan fasilitas untuk menarik perhatian pengunjung pun sudah di lakukan. Tapi setelah pergantian pimpinan dari Nasir Kola ke Ali Kadirun nasib Pulau Indo dianggap sudah tidak di perhatikan.

Laporan : La Ode Pialo

banner 658x524

Comment