Polda Sultra Ambil Alih Penyidikan Kasus Kekerasan Seksual Anak

KENDARI, TOPIKSULTRA.COM – Penyidik Polda Sulawesi Tenggara mengambil alih penyidikan kasus kekerasan seksual anak yang menyeret mantan prajurit TNI, AP (25) sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart mengatakan, kasus ini cukup meluas dan menarik perhatian publik, sehingga ditarik penanganannya dari Polres Kendari ke Direskrimum Polda Sultra.

banner 720x527

“Penyidik giat mengumpulkan bukti dan memintai keterangan saksi untuk menguatkan tuduhan tindak pidana kepada tersangka. Penyidik merencanakan permintaan keterangan saksi korban hingga ahli,” kata Goldenhart di Kendari, Kamis (9/5/2019).

Permintaan keterangan saksi korban membutuhkan waktu yang panjang karena korban masih trauma dan mungkin saja pihak orang tua belum membolehkan.

“Tersangka sudah dimintai keterangan meskipun belum rampung karena akan dikonfrontir dengan kesaksian korban maupun keluarga korban,” katanya.

Tersangka AP yang saat ini meringkuk di sel tahanan Polda Sultra dijatuhi hukuman pemecatan dan kurungan satu tahun oleh pengadilan militer karena terbukti meninggalkan tugas sejak Agustus 2018.

Selama persidangan tidak pernah hadir, hingga akhirnya divonis bersalah dan berkekuatan hukum tetap 20 April 2019,

Pengadilan militer di Kodam XIV Hasanuddin Makassar yang menjatuhkan sanksi pemecatan belum mengeksekusi terpidana karena melarikan diri.

Dalam pelarian, AP terungkap melakukan penculikan dan kekerasan seksual terhadap korbannya yang masih belia.

Sontak kabar penculikan anak itu meresahkan warga Kendari, karena dalam kurun waktu tiga hari dilaporkan enam anak menjadi korban penculikan dan kekerasan seksual.

Tim gabungan TNI dan polisi setempat meringkus lelaki AP pada Rabu (1/5) di rumah warga Jln Jati Raya, Kecamatan Wua Wua, Kendari. (Mail)

Topik Hari Ini