by

Mengharap dinikahi seorang janda di Puuwatu rela jadi kurir Narkoba

KENDARI, TOPIKSULTRA.COM – Seorang janda HR (41) yang beralamat di Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara bersedia menjadi kurir psikotropika jenis sabu sabu dengan mengharapkan janji akan dinikahi.

“Saya tidak menerima upah dalam bentuk apa pun selama mengedarkan sabu sabu kecuali mengharapkan dinikahi oleh lelaki R,” kata tersangka HR di Kendari, Selasa (10/9).

Lelaki R yang mengendalikan tersangka HL tidak lain adalah seorang narapidana kasus Narkoba yang saat ini mendekam dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Kendari.

Tim Reserse Direktorat Narkoba Polda Sultra menghentikan petualangan tersangka HR pada 5 September 2019 di  atas Kapal Motor (KM) Raja Laut beberapa sesaat sebelum bertolak dari pelabuhan penyeberangan fery Bajoe, Sulawesi Selatan tujuan Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Dari tangan tersangka yang sudah dibuntuti tim Reserse Narkoba Polda Sultra berhasil disita barang bukti berupa serbuk sabu sabu seberat 1,13 kilogram.
 
Semula nara pidana L mengarahkan tersangka HR untuk menemui seseorang di Sidrap namun dialihkan menjemput barang terlarang tersebut di Kabupaten Enrekang.

“Awalnya berencana menjemput sabu sabu di Sidrap tetapi berubah ke Enrekang. Penangkapan dilakukan di atas Kapal Motor (KM) Raja Laut pelabuhan Bajoe saat menuju ke Kolaka,” kata Kasubdit III AKBP La Ode Kadimu didampingi Kasubbid Penmas Polda Sultra Kompol Agus Mulyadi.

HL mengisahkan perkenalannya dengan nara pidana R yang mengendalikan dirinya  dari dalam Lapas Kendari melalui saluran telepon yang nyasar masuk ke telepon seluler pribadinya.

Ia tergiur iming-iming yang kerap disampaikan lelaki R, sehingga tersangka percaya, bahkan memutuskan menjalin hubungan asmara.

Tersangka yang mendekam dalam sel tahanan Polda Sultra dijerat Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara paling lama seumur hidup. (Mail)

banner 658x524

Comment