by

Kabinda Sultra: Tak ada Mahasiswa yang Ditahan

KENDARI, TOPIKSULTRA.COM – Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Sulawesi Tenggara (Kabinda Sultra), Brigjen Aminullah menegaskan, tidak ada satu pun mahasiswa yang ditahan terkait aksi unjuk rasa menolak RUU.

“Kami telah mengecek, baik di Polda Sultra maupun Polresta Kendari, tak ada satu pun mahasiswa yang ditahan,” kata Kabinda Aminullah dihadapan perwakilan mahasiswa dalam pertemuan di salah satu warkop
di Kendari.

Kabinda meminta semua pihak tidak mudah terpancing dengan berbagai isu yang tidak benar (hoax). Terkait pengusutan pelaku penembakan terhadap mahasiswa saat unjuk rasa di Gedung DPRD Sultra, yang menyebabkan adanya korban jiwa, Kabinda mengaku akan terus memantau dan membantu menyelidiki hingga terungkap siapa pelaku penembakan.

“Adapun tuntutan mahasiswa agar Kapolresta Kendari dicopot, itu adalah kewenangan Mabes Polri, kami hanya menyampaikan aspirasi kalian,” kata Aminullah.

BACA JUGA: Tim Investigasi Periksa 13 Saksi Kematian Mahasiswa

Kabinda meminta kepada mahasiswa, agar dalam menggelar aksi sesuai aturan hukum yang berlaku dan tidak merusak fasilitas umum. “Jika tuntutan dilaksanakan sesuai koridor, maka apa yang kita tuntut akan membuahkan hasil sesuai yang kita inginkan,” katanya.

Sejak awal, Aminullah mengaku selalu memantau situasi aksi di Kendari. “Saya juga mantan Danrem Halu Oleo dan sebagai orang Kendari, saya terus memantau situasi di Kendari dan akan mengawal hasil autopsi forensik terkait kasus meninggalnya mahasiswa,” katanya.

Kabinda berharap, peristiwa ini hendaknya menjadikan pembelajaran dan pengalaman bagi semua pihak. Sehingga kedepan, setiap persoalan bisa dikomunikasikan dengan baik, dan kalau pun ada hambatan, lanjutnya, pihaknya bisa memfasilitasi.

“Saya juga punya anak yang masih kulian, saya selalu peringatkan jika ikut agar mengikuti prosedur,” katanya.

Pertemuan Kabinda dengan sejumlah perwakilan mahasiswa berjalan santai dalam suasana kekeluargaan. Kepada wartawan usai pertemuan, Kabinda mengaku, dialog dengan mahasiswa adalah strategi pendekatan yang paling baik.

“Mahasiswa itu anak kita, pendekatan dengan kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah,” katanya.


Laporan: Sulaiman

Comment