by

Meriahnya Festival Tumpeng Barangka Santuha di Desa Waitii Wakatobi

WAKATOBI, TOPIKSULTRA.COM – Festival Tumpeng 2019 di Desa Waitii, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi pada tanggal tiga hingga lima Oktober 2019 sukses digelar.

Festival Tumpeng yang digagas oleh “Barangka Santuha” merupakan perkumpulan enam desa yang tergabung dalam Sister Vilages yang beranggotakan Desa Waitii, Desa Waitii Barat, Desa Teemoane, Desa Lamanggau, Desa Kollo Soha dan Desa Patua dengan membangun kerjasama pada isu perikanan, budaya desa, wisata dan lainnya yang dibatasi melalui MoU.

Salah satu tokoh masyarakat Pulau Tomia, Muhammad Ali menjelaskan, festival tersebut merupakan hasil dari gagasan warga Desa Waitii yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2018 hingga berkembang pada gagasan Sister Vilages.

“Mereka dalam aktivitasnya didampingi, kami sangat mendukung,” ucap Anggota DPRD Wakatobi tiga periode ini kepada topiksultra.com (3/10).

Festival Tumpeng di Pualu Tomia ini berbeda dengan pemotongan tumpeng dari daerah lain yang didominasi berbahan dasar nasi atau jenis lainnya. Namun di Desa Waitii tumpengnya terbuat dari olahan ubi yang dibuat berbentuk kerucut, merupakan makanan khas turun temurun warga sekitar disebut dengan “kasoami”.

“Ini merupakan ajang promosi makanan khas masyarakat Tomia, semua olahan hasil laut dan darat dihidangkan kepada tamu untuk dicicipi gratis,” tambah Ali.

Ribuan warga antusias menyaksikan berbagai atraksi seni dan budaya yang diselenggarakan di salah satu hotel ternama di Pulau Tomia, dan dirangkaikan dengan Festival Perahu Hias yang melibatkan nelayan Desa Waitii dan Desa Lamanggau.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Wakatobi Jalaludin menyampaiakan apresiasi kepada penyelenggara Festival Tumpeng di Pulau Tomia ini. Menurutnya sangat tepat sebagai ajang wisata kuliner dengan mengangkat makanan khas laut yang dikelola secara tradisional.

“Ini sangat bagus, makanan ini adalah makanan turun temurun kita dari kecil, dan ini sangat bergizi tinggi dan sangat enak, jika teroksplor keluar maka akan jadi daya tarik tersendiri buat wisatawan,” singkatnya.

Laporan : Hendriansyah

Comment