by

Polda Sultra Ungkap Sindikat Sabu 1,2 Kg

-Hukum-120 views

KENDARI, TOPIKSULTRA.com – Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara mengungkap sindikat peredaran psikotropika jenis sabu seberat 1,2 kilogram.

Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam kepada wartawan di Kendari, Selasa, mengatakan pengungkapan bisnis terlarang atas peran masyarakat yang memberikan informasi dugaan peredaran Narkoba yang menyeret perusahaan transportasi di Kota Kendari.

“Mengungkap kejahatan Narkoba yang menggiurkan para pelaku tidak semudah yang dibayangkan. Pelaku cukup lihai sehingga peran warga masyarakat maupun penggiat anti Narkoba sangat diharapkan,” kata Kapolda Merdisyam.

Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba menangkap oknum yang berperan sebagai pengedar berinisial K saat menanda tangani bukti penerimaan paket kiriman di perwakilan PT Puteri Unahaa Utama.

BACA JUGA:

Setelah dilakukan pemeriksaan tim Reserse menemukan dua bungkus plastik bening besar diduga berisi jenis sabu seberat 1,2 Kg.

Selain mengamankan tersangka K juga Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba menangkap seseorang berinisial G ditempat terpisah.

Untuk melancarkan bisnis haram tersebut kedua tersangka berbagi peran, yakni sebagai kurir dan pengedar atau pemasar.

“Barang ini masuk dari Sulsel yang dikirim melalui jasa ekspedisi. Jaringan antar provinsi Makassar-Kendari dengan menggunakan jasa pengiriman barang melalui mobil antar provinsi,” ujar Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Satria Adhy Permana.

Berdasarkan penyelidikan sementara telah mengendus identitas pengendali yang merupakan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari dan Napi Lapas Kelas II A Kolaka.

“Selanjutnya kita masih melakukan pendalaman terhadap para pengendali,” lanjutnya.

Ada pun arang bukti Narkotika berupa 2 (dua) bungkus besar berisi sabu dengan berat bruto 1.020 Gram, 1 (satu) dus Indomie bertuliskan To HJ. Hasma, uang tunai total Rp 1.768.000, 1 (satu) lembar slip transfer BRI Link atas nama Desty Arisandy, 1 (satu) buah HP merk Oppo, 1 (satu) buah buku tabungan bank BNI dan 1 (satu) lembar slip transfer bank BNI.

Tersangka yang mendekam dalam sel tahanan dijerat melanggar pasal 132 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 5 (lima) tahun paling lama 20 tahun dengan denda sebesar Rp8 miliar hingga R10 miliar rupiah. (Mail)

Comment

Topik Hari Ini