by

Fenomena Matahari Bercincin Hebohkan Warga Bombana

BOMBANA,TOPIKSULTRA.COM – Fenomena matahari dengan lingakaran membentuk cincin di sekelilingnya menghebokan warga Nedi Kabupaten Bombana Sulawasi Tenggara (Sultra) terlihat nampak sekitar pukul 09.30 Wita, Minggu (10/11).

Betapa tidak, pamandangan alam seperti ini memang sangat jarang terjadi atau bahkan belum pernah terjadi di daerah itu, peristiwa ini diposting melalui akun media sosial. Seperti yang posting akun Facebook bernama Ummuh Uwais menuliskan “Aneh mataharinya, ada pertanda apakah ini bagai mana didaerah kalian, mataharinya begini juga kah?”.

Atas postingan itu, beragam tanggapan dari warga net bermunculan di kolom komentar Facebook miliknya. Pemilik akun Fecebook bernama Sandra Kose misalkan, ia mengaku sangat terkejut melihat kejadian langkah itu.”Ia saya keget juga lihat tuami mungkin dunia,”

Sementra itu,Wyta Purwitasari yang juga turut menulis komentar memberikan Tips mengenai panasnya matahari.

“Mengenai panasnya matahari ada tipsku,ucapkan saja Lailahaillaullah berulang -ualang kali sambil dinikmati sambil bersukur atas pemberiannya ,karna panas matahari juga pemberian Allah jadi harus di sukuri,” tulisnya.

Tak hanya itu, pemilik akun Facebook bernama Anhy Abdillah juga tidak ketinggalan menyimpan kejadian langkah itu di beranda Facebook miliknya. Dengan menuliskan, “Aneh mataharinya kira – kira ada pertanda apa,”

Atas postingannya itu, 20 pendapat yang berbeda – beda mengisi kolom komentarnya.Salah satunya Ipmanginar Allaudin mengatakan itu adalah pembiasan cahaya,kayak pelangi katanya.

Dikutip dari laman Wikipedia.Org.Peristiwa tersebut disebut Halo Matahari juga nimbus, icebow, atau Gloriole adalah fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan, dan kadang-kadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan.

Ada berbagai macam halo, tetapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus (biasanya cirrostratus) yang dingin yang berada 5–10 km atau 3–6 mil di lapisan atas troposfer.

Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es, cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinar matahari menjadi terpecah kedalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada pelangi.

Halo juga kadang-kadang dapat muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut debu berlian. Kejadian ini dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.

Sebelum ilmu meteorologi dikembangkan, Fenomena atmosfer Halo digunakan sebagai sarana untuk prakiraan cuaca. Fenomena optis lain yang disebabkan oleh kristal es di angkasa adalah pelangi.

Laporan:Refli

Comment