Korban Angin Puting Beliung di Wakatobi ini Sudah 21 Hari Tinggal di Bawah Puing Bangunan

Korban Angin Puting Beliung di Wakatobi ini Sudah 21 Hari Tinggal di Bawah Puing Bangunan

WAKATOBI, TOPIKSILTRA.COM – Korban angin puting beliung di Kabupaten Wakatobi menyisahkan kisah pilu dari korban yang bertahan di bawah puing reruntuhan bangunan rumah, kondisi memprihatinkan korban hanya berharap ada uluran tangan dan bantuan pemerintah.

banner 720x527

Seperti dialami oleh seorang janda bernama Wa Ode Rosmirawati (42) asal Desa Koroeonowa, Kecamatan Wangi-Wangi, dia salah satu korban terjangan angin puting beliung pada tanggal 2 Januari 2020. Terhitung sudah 21 hari, ibu dua anak ini hanya mampu berjuang bertahan hidup dari jualan es blender.

“Kalau rumah sudah hancur, kami tidak bisa apa apa lagi, penghasilan kami dari jualan es,” tuturnya kepada topiksultra.com di rumahnya (22/1).

Dia menuturkan, sehari setelah kejadian bencana beberapa orang dari lembaga Winulu memberikan bantuan berupa beras 10 kg dan uang Rp 100.000. Kemudian bantuan lainnya juga datang dari Dinas Sosial berupa enam ikan kaleng, minyak goreng 100 mililiter, tikar satu lembar, kemudian bantuan dari BPBD Wakatobi juga berupa seng 46 lembar.

Wa Ode Rosmirawati (42) asal Desa Koroeonowa, Kecamatan Wangi-Wangi, korban angin piting beloung di Wakatobi. (Foto : La Ode Nafi topiksultra.com)

“Kami tidak punya apa apa lagi untuk memperbaiki rumah, bantuan atap seng juga, kami tidak punya kayu dan uang untuk sewa tukang,” urainya menuturkan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wakatobi, Ld Turbau menjelaskan, pada 2 Januari 2020 yang terkena dampak angin puting beliung sebanyak 9 (sembilan) rumah di wilayah Kelurahan Mandati I dan Desa Nelayan Bakti, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.

Kemudian bencana susulan yang terjadi pada Minggu 5 Januari 2020 sebanyak 43 rumah di wilayah Kecamatan Wangi-Wangi dan 23 rumah di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Pulau Kaledupa sebanyak 9 (sembilan) rumah dan Tomia ada dua rumah.

“Untuk terdampak angin puting beliung pada Kamis 2 Januari dan Minggu 5 Januari 2020 ini kami tangani sesuai tingkat kerusakannya seperti kerusakannya hanya atap berarti hanya seng yang kami salurkan yang bersumber dari APBD,” ucapnya ketika ditemui topiksultra.com di ruang kerjanya (22/1).

La Turbau menambahkan, dari hasil identifikasi tim lapangan telah dikelompokan dalam tiga kategori penanganan yakni rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat. Bantuan stimulan yang disalurkan BPBD untuk sekedar meringankan beban dan tidak mengganti kerugiannya.

“Kami taksir anggaran yang kami salurkan sekitar ratusan juta dan di awal tahun ini kami masih terkendala dengan anggaran sehingga kami mencari pinjaman dari pengusaha dan dari pengalaman yang ada untuk kedepannya kami merencanakan pengadaan gudang sebagai penanganan tanggap darurat,” tutupnya.

Penulis: Ode Nafi

Topik Hari Ini