by

PKL FISIP UMK, Masalah Sampah Masih Menghantui Wisata Air Terjun Moramo

KENDARI, TOPIKSULTRA.COM – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiya Kendari melaksanakan Prektek Kerja Lapangan (PKL) di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan.

PKL yang dihadiri mahasiswa sebanyak 93 peserta ini, juga didampingi 7 dosen pembimbing, kegiatan yang dimulai sejak tanggal 17 sampai 19 Januari ditutup dengan kerja Bakti Sosial di permandian Air Terjun Moramo.

Ketua Panitia Bakti Sosial Andi Awaluddin mengatakan, kegiatan itu diinisiasi sebagai bentuk implementasi ilmu sosial yang diajarkan kampus, mahasiswa terjun ke lapangan untuk menjawab persoalan masyarakat, yang ditemukan ialah sampah di lokasi wisata Air Terjun Moramo.

“Kami melakukan penyisiran membersihkan sampah dari pintu masuk air terjun, sampai titik permandian, hasilnya seluruh plastik yang kami sediakan penuh dengan sampah, dan tidak mampu menampung seluruhnya,” ucapnya kepada topiksultra.com melalui sambungan telephone, Minggu 19 Januari 2020.

Dosen Fisip UMK ini menambahkan, sampah di lokasi permandian ternama itu belum bisa ditangani meksimal, dikarenakan tumpukan sampah terlalu banyak, menurutnya sampah tersebut dihasilkan dari pengunjung saat libur akhir tahun 2019 dan libur awal tahun 2020.

“Ini perlu didorong agar Dinas Pariwisata terkait dapat menyediakan banyak titik penampungan sampah sementara, kemudian himbauan juga harus dibuat disetiap titik tempat singgah,” tambahnya.

Masih Andi Awaliddin menjelaskan, kehadiran FISIP UMK di lokasi juga melakukan kampanye edukasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarang yang berdampak pada rusaknya keindahan alam Air Terjun Moramo karena tangan manusia.

“Masyarakat perlu disadarkan, dampak sampah ini akan berakibat fatal pada nilai eksotis Air Terjun Moramo,” urainya.

Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh masyarakat Desa Sumber Sari, Andi Awaludin mengungkapkan, warga setempat menyediakan rumah untuk menginap selama PKL berlangsung.

“Kami disediakan tiga rumah untuk digunakan, termasuk disediakan air bersih, hingga pada hari terakhir tidak ada kendala pelaksanaan PKL ini, kami mengapresiasi ini. Bersama warga desa setempat menjadi catatan khusus agar penanganan masalah sampah dapat teratasi,” tambahnya.

Laporan : Hendriansyah

Comment