by

Warga Sultra di Banjarmasin Komitmen Sukseskan HPN 2020

KENDARI, TOPIKSULTRA.COM — Warga Sulawesi Tenggara yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Sulawesi Tenggara di Banjarmasin, Kalimantan Selatan berkomitmen menyukseskan agenda Hari Pers Nasional (HPN) 5 – 9 Februari 2020.

Hal itu diungkapkan utusan PWI Sultra, Gafar didampingi pengurus PWI Baubau usai berdialog dengan sejumlah tokoh masyarakat Sultra di Kota Banjarmasin, Jumat.

banner 720x527

Pertemuan yang berlangsung di salah satu kediaman warga Sultra, kompleks Perumahan Wildan, Kelurahan Telaga Biru, Kota Banjarmasin, dihadiri perwakilan tokoh masyarakat Sultra masing-masing, Makmun SSos, Ir La Alihi, AKP Abdul Rahman, dan Aminuddin.

“Pertemuan berlangsung penuh suasana kekeluargaan. Kami yang hadir dalam pertemuan antara lain utusan PWI Sultra yang diwakili Ketua Bidang Siwo, Gafar, Sekretaris PWI Baubau, Yuhandri Hardiman dan perwakilan Pemkot Baubau, Dr. Hamzah Palaloi,” ungkap Ketua PWI Baubau, La Ode Aswalin.

Dalam kesempatan itu, pihak Paguyuban Sultra menyampaikan kesiapannya untuk mendukung kegiatan HPN di Banjarmasin, termasuk menghadiri malam gala dinner dalam rangka menerima surat keputusan PWI Pusat yang menunjuk Sultra sebagai tuan rumah HPN 2021.

Warga Sultra di Banjarmasin juga akan menghadiri kegiatan peluncuran buku Walikota Baubau AS Tamrin dalam kegiatan Bedah Buku “Po-5 Gema Pancasila dari Baubau”.

“Sebagai bentuk dukungan, kita akan hadir dan memakai pakaian sentuhan Buton,” jelas Rahman mewakili masyarakat Sultra di Banjarmasin.

Selain penyerahan surat keputusan tuan rumah HPN 2021 juga malam gala dinner menjadi ajang penyerahan penghargaan indeks kemerdekaan pers 2019 yang menempatkan Sultra pada posisi tertinggi nasional kepada Gubernur Sultra H. Ali Mazi, SH.

Selain gala dinner juga di Hotel Golden Tulip pada sore hari 7 Januari akan dihelat bedah buku Polima Gema Pancasila oleh Walikota Bau Bau DR A.S. Tamrin.

Polima mengulas tentang nilai-nilai moral dan etika yang dianut orang Buton dalam tatanan kehidupan masyarakat sejak masa Kesultanan Buton.

Nilai-nilai tersebut dipandang relevan dengan Pancasila dan dipraktekkan oleh Walikota Bau Bau AS Tamrin sebagai instrumen revolusi mental.

Laporan: Mail

Comment

Topik Hari Ini