by

Pasar Modern Laino Diresmikan, Pedagang Masuk Gratis, Penunggak Retribusi Ditoleransi

-Berita, Muna-556 views

MUNA, TOPIKSULTRA.com — Setelah penantian yang cukup panjang, pedagang pasar Laino Raha akhirnya dapat bernafas lega. Pasalnya, Bupati Muna, LM Rusman Emba telah meresmikan gedung Pasar Modern, pada Senin (3/2/2020).

Selanjutnya, para pedagang akan menempati tiap lapak di bangunan yang terdiri dari dua lantai itu secara gratis tanpa dipunguti biaya sepeser pun. Sementara, bagi yang masih menunggak pajak retribusi, diberi kelonggaran hingga kondisi keuangannya mulai membaik pasca berjualan di gedung baru.

“Soal retribusi ditunda dulu. Kita beri toleransi. Bisa dilakukan penagihan setelah kondisi keuangan tiap pedagang mulai membaik. Bisa akhir tahun atau tahun berikutnya setelah perputaran barang dagangannya sudah lancar,” ujar Rusman disambut standing aplouse pedagang pasar sembari meneriakkan RE2P.

Bupati Muna, LM. Rusman Emba di Pasar Laino, Kabupaten Muna. FOTO: TOPIKSULTRA.COM/ERWINO

Kondisi bangunan pasar modern saat ini, memang belum begitu sempurna. Tapi gedung itu telah layak digunakan dan pembangunannya bakal terus dilanjutkan. Tahun ini kembali dianggarkan sebesar Rp 1,6 M untuk pembangunan pasar ikan. Selain itu, jalan menuju pelelangan juga bakal diperbaiki. Anggarannya sebesar Rp 600 juta.

“Meski belum sempurna, tapi dalam perjalanannya akan disempurnakan,” timpalnya.

Pasangan Malik Ditu ini menaruh harapan, dengan adanya Pasar Modern dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. 

Sementara itu, Darmansyah, Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Muna menerangkan, bangunan pasar Modern dapat menampung 500 lebih pedagang. Tiap lantai, terdapat sekitar 290 los. Sedangkan pasar ikan sebanyak 400 los. Belum lagi lapak di areal pelataran yang sementara dikerja sejumlah 119 los.

“Secara keseluruhan pasar modern dapat menampung ribuan pedagang,” sebutnya.

Mantan Kepala DPMD Muna ini menitip pesan bagi para pedagang yang sudah mencabut lot agar segera menempati lapaknya masing-masing. Tiap los harus ditempati satu pedagang, tidak boleh lebih. Bagi yang telah mengambil nomor urut namun belum cabut lot, diberi waktu hingga 14 Februari.

“Pun, kalau juga tidak ada kabar sampai batas waktu, maka diberikan pada pedagang lainnya,” tandasnya.

Laporan: Erwino

banner 712x400

Comment

Topik Hari Ini