by

Dua Jam Hujan, Kota Bombana Tergenang Warga Belum Dapat Bantuan

BOMBANA, TOPIKSULTRA.COM — Dua jam saja hujan mengguyur Kota Bombana, maka dipastikan banjir akan menggenangi pemukiman penduduk. Tercatat, berdasarakn data Februari 2020 ini, sudah terjadi 2 kali banjir besar dan merendam 78 rumah.

Ahad, 5 April 2020, korban banjir kembali menambah catatan penderitaan warga. Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah mengakibatkan sejumlah rumah di wilayah itu terendam banjir.

banner 720x527

Ilham (43), termasuk salah satu warga yang tempatnya paling sering menjadi langganan banjir, hingga pemilik bengkel ini sering mengalami kerugian hingga jutaan saat musim hujan datang.

Sawah Yang Terendam Banjir di Desa Lantawonua/Minggu 5 April 2020: Dok:Topiksultra/Refli

Menurut cerita Ilham, dari 3 kali banjir di tahun 2020 ini, terhitung sudah puluhan juta ia mengalami kerugian materi. “Banjir kedua bulan lalu saya rugi sekitar tiga jutaan. Kalau banjir yang ketiga ini saya tidak taumi berapa kerugianku,” keluh ILham kepada topiksultra.com, Ahad sore (5/4/2020).

Menurutnya, banjir yang terjadi kali ini menenggelamkan mesin peralatannya seperti mesin penggilingan kelapa, genset dan alkon (mesin pompa air). “Kompresor juga sudah tidak bisa bunyi,” ucap Ilham dengan raut wajah frustasi, Ahad, (5/4/2020).

Ilham mengaku hanya bisa pasrah, karena setiap air naik atau banjir, tempat tinggalnya yang sekaligus tempat usahanya pasti menjadi langganan banjir. Apalagi, posisi rumahnya berada tepat di samping sungai besar yang menjadi jalur utama pembuangan air dari gorong gorong dan drainase di wilayah itu.

“Kalau hujan deras kurang lebih dua jam disini sudah pasti meluap lagi, sudah langganan pak,” kata Ilham kesal seraya menunjuk ke arah mesin-mesin miliknya yang berhasil di evakuasi dari banjir.


Pendapat Ilham Tentang Banjir Kali Ini

Banjir kedua yang terjadi di bulan Februari lalu nampaknya menjadi acuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) untuk melakukan tindakan pengendalian banjir. Terpantau di sejumlah sungai dan saluran di wilayah itu sudah dilakukan pengerukan dan penggalian menggunakan escavator yang di gerakan oleh BPBD setempat.

Suasana Bengkel Ilham Saat Banjir Surut Dok: Refli/ TopikSultra.com

Namun menurut Ilham, jika di bandingkan banjir yang menimpa bengkelnya yang letaknya kurang lebih 200-an meter dari Rumah Jabatan (Rujab) Bupati ini, lebih parah dibandingkan dengan banjir sebelumnya, pasalnya jalur pembuangan air melalui drainase kebanyakan di tujukan ke sungai yang terletak di samping bengkelnya itu.

Menurutnya, banjir kali ini jauh lebih parah ketimbang yang lalu, sebab semua pembuangan dari rujab bupati mengalir ke aliran drainase dekat kediamannya. “Tadi ada beberapa saluran sungai yang tembus ke Hasni Jaya, tapi semua ditutup dan mengalirnya kesini, sampai tenggelam semua ini,” ujarnya.

Menyinggung bantuan bencana, Ilham mengaku sudah sering di data sebagai korban banjir. Namun hanya sekedar di data. Faktanya, hingga saat ini tak satu pun warga yang mengaku sudah mendapatkan bantuan bencana.

Lurah Kampung Baru Kecamatan Rumbia Tengah, Arniatin A, dikonfirmasi di kediamannya, terkait bantuan bencana mengaku untuk bantuan sandang pangan hingga hari ini belum ada. “Kalau pengendalian banjir seperti penggalian dan pengerukan sungai sudah dilakukan,” kata Arniatin yang mengaku sekitar bulan lalu sudah melaporkan ke pihak BPBD Kabupaten terkait adanya sekitar 50-an warganya yang menjadi korban banjir.


Warga Kampung Baru juga mengaku jika sampai saat ini mereka sama sekali belum pernah menerima bantuan bencana dari pemerintah. “Tidak pernah ada, baru didata terus”, kata Irmayanti salah-seorang masyarakat Kampung baru yang juga diiyakan oleh ibu Hastati.

Begitu pun pengakuan warga Poea.”Belum pernah ada sama sekali bantuan kami dikasih,” tambah Alihamudin Warga Poea.


Takut Banjir Atau Corona ?


Meski diterpa banjir berulang-ulang rupanya Ilham lebih waspada dan takut dengan wabah pandemik covid-19 atau Corona. Ia justru berdoa agar wabah tersebut tidak sampai masuk ke wilayah Bombana.

“Biarmi banjir begini asalkan itu Corona jangan sampai masuk disini(Bombana),” katanya.

Namun berbeda dengan tentangganya yang justru menganggap musibah banjir yang sudah terjadi berulang ulang ini lebih nyata dari pada covid-19, justru dengan adanya banjir semakin menambah beban dan resiko tertular.

“Kalau hujan tiba was-was lagi, sudah mulai angkat barang, untung kalau kita dirumah, bagai mana kalau kita sudah ke sawah.Kami takut sama Corona tapi lebih nyata banjir, susah juga mau mengamankan diri masuk dirumah tapi tidak bisa juga karena banjir,” Kata tetangga Ilham.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Dari tiga rangkaian banjir yang hanya berselang kurang lebih sebulan itu membuat pemerintah daerah Bombana berupaya semaksimal mungkin untuk mencari solusi dan penyebab banjir. Salah satunya dengan mengkaji sumber pemicunya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bombana, Andi Syarifuddin mengungkapkan, ada tiga hal yang menjadi pemicu terjadinya banjir tersebut. Katanya yang pertama adalah karena terjadi kerusakan gunung(Hutan) akibat dari penebangan, yang kedua terjadinya penyempitan aliran sungai, serta yang ketiga adanya pendangkalan.

Dijelaskan pendangkalan saluran itu terjadi sebabkan karena waktu atau umur saluran yang sudah tua sehingga terjadi sedimentasi, bisa juga terjadi karena adanya oknum yang membuang sampah di sungai ataupun saluran air.

“Pemerintah sudah mengantisipasi tapi semua stakeholder itu juga harus bertanggung jawab bersama-sama kalau tidak, apa pun yang di kerjakan oleh pemerintah pada akhirnya akan begini lagi(Banjir),”Urainya.

Suasana Penggerukan Saluran menggunakan escavator yang di BPBD Bombana Usai Banjir Ke Dua Pada 28 Februari 2020 lalu

Olehnya ia mengatakan kejadian ini seharusnya bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi termasuk juga masyarakat setempat di minta untuk sadar dalam memelihara lingkungan nya.

“Kita harus waspada karena ini volumenya kita tidak tahu banjir. Sekitar dua tiga jam hujan tapi deras meluap ini(Sungai),” ucapnya.

Saat di tanya soal jumlah anggaran yang telah terpakai dan berapa jumlah anggaran keseluruhan yang telah di gelontorkan oleh pemerintah dalam menangani banjir pada 28 Februari lalu Andi Syarifuddin mengaku tidak mengetahui dengan pasti.

“Kita tidak tau, kalau itu yang tahu adalah pelaksana di bawah, kita hanya, kita tidak bisa hitung ini anunya(anggarannya), mestinya kan ini harus kita libatkan kalau semua anggaran besar,” jawabnya.


Laporan: Refly

banner 696x414

Comment

Topik Hari Ini