by

Miris, Wajah Bolong tak Lagi Nampak

-Feature-172 views

BOMBANA, TOPIKSULTRA.COM — Pertamakali bertemu Bolong (47), maka reaksi kaget dan kalimat “istigfar”, akan mengucur di bibir maupun di dalam hati. Bayangkan, wajah normal tak lagi nampak pada Bolong. Mata sebelah kanan dan batang hidungnya tak lagi kelihatan akibat tertutupi benjolan besar, yang secara medis diidentifikasi sebagai tumor ganas yang menggerogoti wajahnya.

Bolong merupakan wanita paruhbaya asal Poleang Kabupaten Bombana. Tumor ganas yang menggerogoti wajahnya hingga kini menutupi mata kanan dan hidungnya, yang telah dideritanya selama 4 tahun. Ketiadaan biaya dan ketidakmampuan ekonomi keluarga, membuat Bolong hanya bisa pasrah akan keadaannya.

banner 720x527

Beruntung, Bolong masih punya 4 anak, dan kini Bolong tinggal bersama anak perempuan satu-satunya ,Ernawati (23) yang sudah berkeluarga dan bermukim di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Rumbia Tengah Bombana.

Saat TOPIKSULTRA.com menyambangi kediamannya di Kampung Baru, Rabu (29/4/2020) bersama DPC PKB Bombana dalam rangka menyalurkan bantuan paket sembako, mendapati kondisi Bolong yang sangat memprihatinkan. Sesekali ia meringis menahan sakit yang dideritanya.

Ernawati, anak perempuan Bolong yang kini merawat ibunya, mengaku usaha untuk membantu jalan kesembuhan bagi sang ibu sudah diupayakan. Namun, ketiadaan biaya yang cukup, membuat ikhtiar lanjutan untuk membawa sang ibu berobat ke rumah sakit yang lebih bagus urung terlaksana.

Ernawati mengaku, ikhtiar mencari jalan kesembuhan ibunya sudah diupayakan, mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit Bombana, bahkan membawa ke Rumah Sakit Umum Kolaka hingga Bahteramas sudah dilakoni. Namun, baik pihak RSUD Kolaka maupun Bahteramas menyarankan agar sang ibu dibawa ke Makassar untuk menjalani chemotherapy (kemoterapi). “Sudah saya bawa ke Kolaka, katanya harus ke Makassar, saya bawa ke Bahteramas Kendari juga tidak bisa, katanya harus ke Makassar juga,” tuturnya.

Bahkan kata Erna, surat rujukan dari rumah sakit yang pernah disinggahi Bolong menganjurkan agar ibunya dibawa kerumah Sakit yang lebih mumpuni dari segi perlengkapan dan peralatan rumah sakit di Makassar. “Besar sekali keinginannya untuk sembuh, tapi apa daya kami, tak ada biaya terpaksa dirawat di rumah saja,” ujanya.

Bolong dan anaknya Ernawati, mengaku tidak akan menampik jika ada pihak atau dermawan yang bersedia mengulurkan tangan untuk membantu jalan kesembuhannya. “Yah, kalau ada yang mau membantu untuk pembiayaan kesembuhan, alhamdulillah, kami sangat bersyukur,” kata Ernawati.

Lurah Kampung Baru, Arniatin A. dikonfirmasi terkait kondisi Bolong, mengaku dirinya sudah mengetahui perihal kesehatan Bolong dari kepala dusunnya. Namun ia mengaku belum bisa berbuat banyak, sebab Bolong yang menderita tumor tersebut bukan terdaftar sebagai warganya.

“Iya saya tau, dia itu warga Poleang, dia ke sini sama anaknya untuk berobat, jadi dia hanya pulang balik berobat, mungkin karena pandemi jadi tidak efektif,” ucapnya.

Laporan: Refli

Comment

Topik Hari Ini