by

DPRD Bombana Kunjungi Desa Batu Sampe, Minta Status Karantina Parsial Dicabut

-Berita, Bombana-209 views

BOMBANA, TOPIKSULTRA.COM — Guna memastikan efektifitas dan dampak sosial ekonomi masyarakat atas pemberlakuan karantina parsial, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bombana melakukan kunjungan kerja di Desa Batu Sempe Kecamatan Mata Oleo Kabupaten Bombana, pada Kamis, (28/5/2020).

Wakil Ketua DPRD, Iskandar mengatakan dari kunjungan, banyak keluhan masyarakat utamanya yang berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi, sosial dan usaha masyarakat di tengah masa karantina parsial.

banner 720x527

“Pengaruhnya besar, apalagi mayoritas masyarakat di desa itu bekerja sebagai nelayan dan buruh bangunan, yang aksesnya usahanya di luar,” urainya.

Sebab dalam masa karantina, masyarakat setempat tidak di perbolehkan mendapatkan akses sosial dengan masyarakat dari luar wilayah sehingga situasi tersebut tentunya menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan kerja dan transaksi jual beli masyarakat desa setempat dengan relasinya yang berada di luar desa.

“Yang tadinya mereka bisa jualan ikan keluar kini tidak bisa dan sebaliknya juga begitu,” Katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Batu Sempe, Sainal Arifin, setelah ditetapkanya Desanya ke dalam Zona merah buntut dari terkonfirmasinya salahseorang warganya positif terpapar Covid-19 berdasarkan uji Swab, beberapa waktu lalu, semakin menyulitkan kehidupan ekonomi warganya.

“Bahkan ada wargaku yang mau berbelanja di kasipute tidak mau di kasi belanja, takut di ambil uangya. Saya sendiri belum pernah lagi ke kasipute. Berpengaruh sekali,”

Menanggapi hal tersebut anggota DPRD lainya, Zalman, meminta agar status karantina parsial yang di terapkan di beberapa Desa secepatnya di cabut apalagi setelah semua pasien yang sebelumya dinyatakan positif sudah sembuh dan telah di pulangkan.

“Status karantina seharusnya sudah di cabut agar masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa, untuk memulihkan kondisi ekonominya,” ucap Politisi Partai Nasdem itu.

Namun katanya Desa tersebut tetap harus waspada dan tetap harus mengikuti prosedur pencegahan Covid-19.

“Biar tidak kembali terpapar,” kata Zalman.

Laporan: Refli

Comment

Topik Hari Ini