by

ABK Belum Terima BLT, Wakil Ketua DPRD Bombana Berang

BOMBANA, TOPIKSULTRA.COM — Pembatasan angkutan laut yang digalakkan pemerintah pusat dan daerah selama masa pandemi Covid-19 membuat aktivitas sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) di Bombana dihentikan sementara, terhitung  sejak Maret hingga Mei 2020.

Namun sangat disayangkan, hingga saat ini Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang telah di janjikan Pemerintah Daerah (Pemda) pada pekerja rentan dan terdampak tersebut belum juga tersalurkan. Hal tersebut membuat Iskandar, Wakil Ketua DPRD Bombana,  berang.

banner 720x527

“Ini menjadi tanggung jawab Dinsos. Karenanya Dinsos harus tuntaskan masalah ini sesegera mungkin,” tegas Iskandar kepada TOPIKSULTRA.COM, Jumat, (19/6/2020).

Iskandar mengaku menerima sejumlah aduan dari masyarakat, yang hingga hari ini belum menerima bantuan tersebut dari Pemda.

Pemda Bombana sendiri kata Iskandar, telah berjanji  akan memberikan bantuan terdampak Covid-19 kepada para ABK tersebut dalam bantuan tunai, dan itu disampaikan pemda secara resmi melalui rapat pembahasan relokasi anggaran untuk pencegahan dan penanganan covid-19 di hadapan DPRD beberapa waktu lalu.

Namun kenyataannya, hingga hari ini penyaluran BLT bagi para ABK baru sampai di rana perdebatan antara dua instansi terkait.

“Saling tuding antar Dinas perhubungan dan Dinsos menandakan ada kordinasi yang terputus antar SKPD dan ada masalah dalam manajerial gugus tugas Covid-19. Jangan karena masalah internal dan kelalaian kita rakyat yang jadi korban,” ujarnya.

Ketua DPC PKB Bombana ini mendesak pemda segera merealisasikan pembayaran BLT bagi para ABK yang telah dijanjikan tersebut.

“Sebagai wujud konsistensinya terhadap penannganan dampak pandemi Covid-19. Kalau memang bantuan itu tidak ada, beri kepastian kepada rakyat. Hal yang sama juga terjadi pada tukang ojek dan sopir,” tegasnya.

Iskandar juga mengaku telah menerima aduan dari beberapa masyarakat Kelurahan Doule, terkait penyaluran BLT yang bermasalah. Termasuk salah satunya beberapa orang ada yang mengaku dipalsukan tanda tangannya.

“Padahal yang bersangkutan mengaku tidak pernah menerimanya. Dinsos harus bertanggung jawab disini,” pungkasnya.

Laporan:Refli

Comment

Topik Hari Ini