by

Alhamdulillah, 542 Orang Non Reaktif

KENDARI, TOPIKSULTRA.COM — Rapid tes massal terhadap 542 orang dinyatakan non reaktif atau negatif.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr. Ridwan, mengatakan rapid tes massal dilaksanakan lima hari berturut-turut sejak 30 Mei hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

banner 720x527

“Setiap hari sekitar 100-an orang yang rapid tes gratis di laboratorium kesehatan daerah Dinas Kesehatan Sultra. Syukur rapid tes terhadap 542 orang dengan hasil non reaktif,” katanya kepada wartawan, Kamis (4/6/2020).

Ridwan merinci, pada hari pertama 30 Mei 2020 petugas medis gabungan Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas COVID-19 melakukan rapid tes terhadap 101 orang dengan hasil non reaktif atau negatif.

Begitupun hari kedua 31 Mei 2020 rapid tes diikuti 108 orang, hari ketiga 1 Juni 2020 sebanyak 114 orang, hari keempat 2 Juni 2020 diikuti 102 orang dan hari kelima 3 Juni 2020 sebanyak 117 orang.

“Alhamdulillah, 542 orang yang di rapid tes hasilnya menggembirakan karena tidak satu pun yang ditemukan reaktif atau terindikasi viris Corona,” katanya.

Jubir gugu tugas Covid-19, dr. Rabiul Awal atau yang akrab disapa dr. Wayong mengatakan, rapid test menjadi syarat wajib bagi mereka yang harus bepergian sebagaimana diatur dalam surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

Rapid test adalah skrining awal virus Corona dalam tubuh melalui sampel darah. Sampel inilah yang memberi informasi adanya imunoglobulin atau IgM dan IgG dalam tubuh manusia.

Hasil rapid tes akan terbaca perlu waktu 10-15 menit berupa garis pada keterangan C, IgG, dan IgM.

Garis pada C mengindikasikan pasien non reaktif (negatif), sedangkan garis pada C dan IgG atau IgM menandakan pasien reaktif (positif).

Pada pasien negatif biasanya tes akan diulang dalam waktu 7-10 hari. Pengecekan ulang untuk memastikan tubuh tidak memproduksi IgM atau IgG akibat paparan virus Corona.

“Pembentukan IgM dan IgG perlu waktu beberapa minggu bergantung pada reaksi tubuh, “ujar dr. Wayong. (red)

Comment

Topik Hari Ini