by

Bulog Sultra Serap 12.000 Ton Beras Petani

-Berita, Ekonomi-41 views

KENDARI, TOPIKSULTRA.COM — Kantor Wilayah Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Sulawesi Tenggara menyerap 12.000 ton beras petani pada puncak panen 2020.

Kepala Bulog Kanwil Sultra, Ermin Tora, mengatakan beras petani dibeli dari sentra-sentra produksi melalui pengusaha mitra Bulog dengan capaian pembelian beras petani 12.000 ton. “Ini sangat menggembirakan karena saat ini memasuki puncak panen,” katanya, Rabu (10/6/2020).

banner 720x527

Ermin optimis, Bulog Sultra bersama mitranya bisa mencapai target serapan yang ditargetkan pemerintah, dimana tahun 2020 Bulog Sultra ditargetkan membeli beras petani sebanyak 24.500 ton atau meningkat signifikan dibandingkan tahun 2019 sebanyak 18.000 ton.

“Peningkatan target serapan adalah kebijakan Bulog Pusat dengan berbagai kajian atau analisis kinerja beberapa tahun sebelumnya,” tuturnya.

Berdasarkan keputusan pemerintah, kata Ermin, Bulog melalui mitranya yang ada di sentra-sentra produksi membeli beras petani seharga Rp8.300/Kg, atau mengalami kenaikkan dibandingkan tahun 2019 senilai Rp8.030/Kg.

Kepala Bulog Kanwil Sultra Ermin Tora (Dok: TOPIKSULTRA.COM)

Adapun standar kualitas beras pembelian Bulog, yakni kadar air paling tinggi 14 persen, derajat sosoh paling sedikit 95 persen, butir patah paling tinggi 20 persen dan butir menir paling tinggi 2 persen.


Saat ini, sejumlah daerah / kabupaten yang menjadi sentra produksi padi, memasuki masa panen,diantaranya Kabupaten Konawe, Bombana, Konawe Selatan, Kolaka Timur Kolaka dan Kota Baubau. Sejumlah mitra Bulog melakukan pembelian beras petani setempat. “

Bulog tidak memandang kehadiran perusahaan industri penggilingan padi di sentra-sentra produksi sebagai pesaing yang mempersempit ruang bisnis Bulog,” katanya.

Sebaliknya, kehadiran industri penggilingan sebagai kompetitor Bulog justru akan menguntungkan petani karena

mendorong persaingan harga pembelian gabah di tingkat petani.

Laporan: Mail

Comment

Topik Hari Ini