by

DPRD dan LSM Kunjungi Jalan Kabupaten yang Dilintasi Hauiling PT Jhonlin

-Berita, Bombana-301 views

BOMBANA, TOPIKSULTRA.COM — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana bersama front tiga lembaga swadaya (LSM) melakukan kunjungan di lokasi jalan kabupeten yang di gunakan oleh dumtruk 10 roda pemuat gula mentah (raw sugar) milik PT Jhonlin yang bertempat di Desa Lombakasih, Kecamatan Lantari Jaya, Jumat (3/7/2020).

Di ketahui kunjungan ini adalah tindak lanjut DPRD setempat, menyikapi permintaan sejumlah LSM saat rapat dengar pendapat yang di gelar di kantor DPRD setempat pada kamis 2 Juli 2020, terkait kerusakan sejumlah jalan yang diakibatkan oleh aktifitas hauling (angkutan) raw sugar milik PT. jhonlin.

banner 720x527

Ketua DPRD Bombana, Arsyad mengatakan setelah mengunjungi sejumlah jalan di lokasi tersebut, pihaknya menemukan sejumlah ruas jalan yang rusak. Pihaknya berkomitmen akan menyikapi hal tersebut.

“Kita rapat dulu di DPRD secara internal, nanti kita panggil Dinas teknis terkait untuk membicarakan langkah yang akan kita lakukan. Nanti juga kita akan bentuk Pansus,” urainya.

Wakil Ketua DPRD, Iskandar juga mengatakan telah menyaksikan sejumlah ruas jalan dan lubang yang menurutnya baru saja di beri timbunan. Namun hal itu berkaitan dengan rencana kehadiran anggota DPRD dan LSM lokasi jalan yang memang sudah di canangkan pada saat RDP.

“Ini karena sudah ada beberapakali aksi penolakan, tahan mobil, dan sudah perna terpasang spanduk penolakan warga disini,” kata Iskandar.

Salahseorang warga yang di temui topiksultra.com, membenarkan hal itu, justru dia juga mengaku heran atas perbaikan yang tidak biasanya dilakukan perusahaan.

“Tumben hari ini ada penimbunan ada penyiraman dan kendaraan masuk juga kurang,” urainya.

Pantauan media, terdapat timbunan baru dilokasi jalan yang belum lama di ratakan, serta aktifitas mobil pengangkut raw sugar nampak sepi.

Sementara itu, Camat Lantari Jaya, Dwi Asmoro mengatakan bahwa benar kerusakan jalan di Desa Lombakasih di perparah dengan kehadiran aktifitas mobil perusahaan yang hingga saat ini masih masif beroperasi.

“Masih bagus sebelum Jhonlin masuklah,” jawabnya di kantornya.

Olehnya selaku pemerintah dan bentuk kepedulianya Dwi Asmoro mengaku telah melayangkan surat permohonan kepada pihak perusahaan agar jalan yang telah di rusak tersebut segera di perbaiki.

“Sampai saat ini kita masih menunggu kapan di tindak lanjuti,” ucapnya.

Menanggapi itu, pimpinan front tiga lembaga LSM, Muh Arham menyayangkan lemahnya kinerja pemerintah daerah sebab perusahaan sudah beraktifitas sebelum ada izin pinjam pakai jalan dan tidak adanya respon keras oleh Pemda.

Selanjutnya menurut Arham pemerintah juga tidak mengifentarisasi kerusakan jalan sebelum dan sesudah perusahan tersebut melakukan aktifitas, serta sebelum mobil perusahaan beraktifitas di sejumlah jalan seharusnya pemda setempat meminta uang jaminan penggunaan jalan.

“Untuk memastikan jalan tersebut akan di perbaiki setelah perusahaan selesai menggukan hauling. Harusnya sudah di interfensi sebelum jalan itu di gunakan,” tegasnya.

Laporan: Refli

Comment

Topik Hari Ini