by

DPRD Kolaka Dinilai Tidak Serius Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa

-Berita, Kolaka-48 views

KOLAKA, TOPIKSULTRA.COM — Sejumlah mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka kembali menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD Kolaka, Rabu (19/8/2020).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai pihak DPRD Kolaka tidak serius menindaklanjuti aspirasi mahasiswa terkait penggunaan jalan umum yang digunakan oleh sejumlah perusahaan tambang di Kecamatan Pomalaa. Pasalnya, aksi ini merupakan kali ke lima namun hingga kini tak jua ada titik terang.

banner 720x527

“Ada apa dengan DPRD Kolaka?” tanya salah seorang mahasiswa.

Menurut mahasiswa, aktivitas hauling ore yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan tambang di Kecamatan Pomalaa sangat meresahkan masyarakat, utamanya pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut.

Mahasiswa juga menegaskan, bahwa aksi mereka murni untuk kepentingan masyarakat. “Aksi kami tidak ditunggangi oleh pihak manapun,” tegasnya.

Ada beberapa tuntutan mahasiswa terkait aksi yang dilakukan hari ini. Diantaranya meminta DPRD Kolaka agar segera mengambil sikap terhadap pelanggaran yang telah dilakukan oleh PD Aneka Usaha Kolaka, PT BDM, dan PT PMS.

Selain itu, mahasiswa juga meminta DPRD Kolaka untuk melaporkan pelanggaran yang dilakukan oleh ketiga perusahaan tersebut kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari.

“Kalau tuntutan kami tidak diindahkan, kami akan mengeluarkan mosi tidak percaya kepada DPRD Kolaka, dan kami akan turun langsung ke BPJN Sultra,” katanya.

Menanggapi aksi mahasiswa, Ketua DPRS Kolaka, Sainal Amrin menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengingkari aspirasi mahasiswa. Kata dia, aspirasi tersebut telah dipenuhi sesuai keinginan mahasiswa.

Buktinya, lanjut Sainal Amrin, DPRD Kolaka telah menggelar rapat dengar 0pendapat (RDP) dengan BPJN XXI Kendari pada 1 Agustus 2020 lalu. Pada RDP itu, BPJN XXI Kendari akan melakukan evaluasi serta memberikan waktu hingga tanggal 15 Agustus 2020 terhadap ketiga perusahaan tersebut.

Tak sampai disitu, BPJN XXI Kendari telah mengirimkan surat kepada PD Aneka Usaha, PT BDM, dan PT PMS berupa teguran kedua karena hasil evaluasi BPJN XXI Kendari, masih ditemukan beberapa titik pelanggaran.

“Ini menjadi tanggungjawab DPRD Kolaka untuk memfasilitasi aspirasi mahasiswa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPRD Kolaka tidak memiliki hak untuk menutup jalan serta memberhentikan aktivitas hauling ore ketiga perusahaan tersebut.

Ia juga mempersilahkan para mahasiswa untuk melanjutkan aksinya ke kantor BPJN XXI Kendari apabila mahasiswa tidak menerima usaha yang telah dilakukan oleh DPRD Kolaka.

“Silahkan lanjutkan aksinya ke provinsi, kami siap bantu apa yang menjadi keinginan mahasiswa,” pungkasnya.

Usai mendengarkan pernyataan dari Ketua DPDR Kolaka, sejumlah mahasiswa merasa kecewa karena aksi mereka tidak sesuai harapan.

Untuk mengekspresikan kekecewaan itu, sejumlah mahasiswa berusaha memblokade jalan di depan kantor DPRD Kolaka, namun aksi tersebut dibubarkan oleh aparat kepolisian.

Meski demikian, mahasiswa menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal persoalan tersebut.

Laporan: Azhar Sabirin

Comment

Topik Hari Ini