by

KTNA bersama TNI Kolaborasi Tingkatkan Produksi Jagung Hibrida Di Mubar

MUNA BARAT, TOPIKSULTRA.COM —¬†Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Muna Barat (Mubar) bersama Tentara Nasional Indonesi (TNI) Koramil 1416-06 Lawa, didampingi penyuluh pertanian terus berupaya mendukung para petani dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

Dukungan tersebut dibuktikan dengan menghadiri panen bersama di salah satu kebun masyarakat di Desa Lalemba Kecamatan Lawa,Kabuptaen Mubar.

banner 720x527

Ketua KTNA Mubar, Kasim Timau, menyampaikan, panen bersama ini dilakukan untuk memberikan motivasi kepada para petani sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan hasil produksi.

“KTNA bersama TNI dan penyuluh Pertanian memiliki tanggung jawab bersama dalam memberikan dukungan, masukan serta memotivasi para petani dalam upaya meningkatkan produksi pangan di Mubar,” katanya.

Kasim menuturkan, petani jagung hibrida di mubar kian bertambah. Sekitar 5 ribu hektar lahan telah dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi jagung hibrida.

Namun kata dia, masyarakat Mubar masih butuh banyak penyuluhan terkait metode tanam dan pemanfaatan lahan untuk meningkatkan hasil produksi.

“Petani kita masi butuh masukan, banyak petani yang belum paham metode penanaman dan pemanfaatan lahan sehingga berdampak pada hasil produksi”,ujarnya.

Terkait hal itu, Penyuluh pertanian Kecamatan Lawa, Dinas Pertanian dan Peternakan Mubar, Wa Nadia, mengakui, kebanyakan masyarakat Mubar masih menggunakan pola tradisonal dalam menanam sehingga berdampak pada hasil produksi.

“Masalahnya adalah masyarakat kita tidak konsisten jarak tanamnya, sehingga mengurangi populasi. Kemudian metode menanam tidak dijalur sehingga berdampak pada pemanfaatan lahan yang kurang maksimal dan berdampak pada hasil produksi,”tuturnya.

Idealnya Kata dia, metode tanam jagung hibrida harus di jalur. Jaraknya diatur, satu baris sekitar 20 cm, sedangkan jarak antar baris idealnya 80 cm. Selain itu metode pengolahan tanahnya juga harus sempurna.

Kalau metode pengolahan tanahnya sempurna bisa di prediksi 9 ton per hektar dan kalau pengolahan tanahnya tidak sempurna di prediksi 6 ton per hektar.

“Rata-rata hasil produksi jagung hibrida disini maksimal 5 ton per hektar, ini disebabkan pola tanam petani jagung hibrida masih mengadopsi pola tanam jagung lokal,” katanya.

Laporan: La Ode Pialo

Comment

Topik Hari Ini