Rumah Adat Moronene Mulai di Bangun, Tafdil: Jangan Diubah dan Ditambah Motifnya

-Berita, Bombana-546 views

BOMBANA TOPIKSULTRA.COM — Bupati Bombana, Tafdil, menyebut simbol dan ciri khas Rumah Adat Moronene tidak boleh diubah ataupun di tambah. Penegasan tersebut disampaikan pada peletakan batu pertama pembangunan rumah adat Moronene yang baru di Kelurahan Taubonto, Kecamatan Rarowatu, Kamis 24 September 2020.

“Karena ini adalah kesepakatan leluhur kita yang harus terpelihara. Setelah kita koordinasi dengan tokoh adat dan kita bikin sesuai dengan standar itu,” ujarnya.

banner 720x527

Menurutnya, pembangunan rumah adat Moronene tersebut rencananya akan dirampungkan sebelum masa jabatannya di periode ke dua ini berakhir.

“Untuk melengkapi darma bakti saya kepada Kabupaten Bombana. Inilah kenang kenangan saya nantinya,” ucap Tafdil.

Bangunan rumah adat tersebut akan menggunakan kayu dengan kualitas terbaik, untuk memastikan bangunan tersebut tidak mudah lapuk dan rusak.

“Karena tempat ini akan kita pakai selamanya. Disini juga kita akan jadikan pusat belajar kebudayaan moronene. Moronene tidak akan mati,” ujarnya.

Menurutnya, suatu daerah itu harus memiliki simbol dan ciri khas sebagai pembeda dengan suku lain. Olehnya Ia bertekat untuk menonjolkan ciri khas tersebut melalui rumah adat.

Camat Rarowatu, Zakir, mengatakan, rumah adat adalah bangunan yang merupakan ciri khas sebuah suku.

Karena itu, rumah adat yang berukuran 14×27 meter pada tahap pertama ini, rencananya akan dijadikan pusat kegiatan kebudayaan Moronene serta akan digodok menjadi destinasi wisata kebudayaan suku tertua di daratan Sulawesi Tenggara ini.

“Kalau sudah jadi kita juga akan jalankan kalender festival budaya seperti apa yang sudah berjalan di Tangkeno, Kabaena,” ujarnya.

Laporan: Refli

Topik Hari Ini