Ali Mazi Ingatkan Keutamaan Nilai-nilai Kekeluargaan, Politik Tidak Ada yang Abadi

KENDARI, TOPIKSULTRA.COM — Gubernur Sultra, Ali Mazi, mengimbau kepada calon kepala daerah (Cakada) untuk berkomitmen merawat nilai-nilai kekeluargaan.

Politisi Partai Nasdem itu mengungkapkan, semua figur calon kepala daerah merupakan putra-putri terbaik daerah yang memiliki semangat membangun daerahnya masing-masing, untuk itu, siapapun yang memperoleh dukungan mayoritas diimbau untuk tetap menjaga keharmonisan sesama putra daerah dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan.

banner 720x527

“Pilkada adalah ekspresi demokrasi untuk memilih pemimpin di daerah masing-masing. Siapa pun yang memperoleh dukungan mayoritas tetap keluarga,” kata Ali Mazi, Jumat, (13/11/2020).

Tidak hanya Cakada, semua pihak juga diharapkan dapat menjaga keharmonisan dan saling menyayangi satu dengan yang lain dan tidak terjebak dalam situasi yang bersifat sementara.

Ali Mazi mengingatkan, didalam politik tidak ada yang abadi kecuali kepentingan bersama. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tidak termakan ajakan bertikai atau hal-hal yang bersifat provokatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

“Ingat. Tidak ada yang abadi dalam politik, kecuali kepentingan. Ya kepentingan kita (bersama sama) adalah membangun daerah untuk kesejahteraan seluruh keluarga,” ujarnya.

Ali Mazi juga mengajak untuk membangun kesadaran bersama, menjaga silaturahmi untuk mewujudkan cita-cita bersama sebagai negara maju, berdaulat dan sejahtera.

“Jangan lagi menambah kegaduhan hanya karena perbedaan pilihan dalam politik, Pandemi Covid-19 yang telah mewabah sejak kurang lebih 8 (delapan) bulan di tahun 2020 ini sudah cukup membawa dampak negatif yang memberatkan hingga resesi ekonomi,” tuturnya.

Sementara, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga situasi Kamtibmas dan penyelenggaraan Pilkada sesuai tahapan yang sudah ditentukan.

Kapolda mengungkapkan, sebagai kerangka antisipasi pencegahan gangguan Kamtibmas, pihaknya telah memetakan potensi kerawanan Pilkada serentak yang puncaknya jatuh pada 9 Desember mendatang.

“Pilkada adalah agenda negara yang wajib disukseskan. Kepolisian bersama pemangku kepentingan lainnya berkomitmen menjaga Kamtibmas dan keutuhan negara,” ungkap Yan Sultra.

Pilkada serentak tahun 2020 ini, terdapat 18 pasangan cakada dari 7 daerah kabupaten di Sulawesi Tenggara yang melaksanakan pesta demokrasi Pilkada, yakni Kabupaten Buton Utara (Abu Hasan-Suhuzu, Ridwan Zakariah-Ahali, Muhammad Aswadi Adam-Fahrul Muhammad), Kabupaten Muna (L.M. Rusman Emba-Bachrun, LM Rajiun Tumada-La Pili), Kabupaten Konawe Selatan (Muh Endang-Wahyu Ade Pratama Imran, Surunuddin Dangga-Rasyid, Rusmin Abdul Gani-Senawan Silondae), Kabupaten Konawe Utara (Ruksamin-Abu Haera dan Raup-Iskandar Z Mekuo), Kabupaten Konawe Kepulauan (Abdul Halim-Untung, Amrullah- Muhammad Lutfi, Musdar-Ilham Jaya dan Muhammad Oheo Sinapoi-Mutaqin Siddiq), Kolaka Timur (Syamsul Bahri-Andi Merya dan Tony Herbiansyah-Baharuddin) dan Kabupaten Wakatobi (Arhawi-Hardin Laomo dan Haliana-Ilmiati Daud). (red)

Topik Hari Ini