Arifudin Akui ada Kepentingan Pilkada Dibalik Penolakan Pinjaman Pemda Wakatobi

WAKATOBI, TOPIKSULTRA.COM — Wakil Ketua Satu DPRD Wakatobi, H La Ode Arifudin Rasidi mengakui ada kepentingan politik terkait penolakan dari Fraksi PDIP soal pinjaman yang diusulkan Pemda Wakatobi dalam pembahasan KUA dan PPAS di Kantor DPRD beberapa waktu lalu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Wakatobi ini menyampaikan, pinjaman Rp 200 miliar merupakan beban yang akan ditanggung oleh bupati terpilih.

banner 720x527

Menurut Arifudin, visi misi Arhawi dan Haliana berbeda sehingga Haliana tidak mungkin menjalankan programnya ketika terpilih berhadapan dengan beban utang yang begitu besar.

“Politiknya itu kalau bukan Arhawi yang terpilih misalnya, kita mau tinggalkan utang kepada bupati yang baru,” ungkapnya kepada TOPIKSULTRA.COM, (27/11/2020).

Politikus PDIP ini menambahkan usulan pinjaman itu tidak termuat dalam RPJMD ataupun program pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut dua yang diusung oleh PDIP.

Arifudin bilang pinjaman boleh dilakukan ketika selesai pilkada Wakatobi, bupati terpilih mengusulkan untuk anggaran APBD Tahun 2022 apabila sesuai dengan rencana kerjanya.

“Ini sama seperti di daerah Buton Tengah, pinjaman dilakukan di awal masa jabatan bupati terpilih, bukan di akhir masa jabatan, mau jadikan penonton bupati terpilih, hanya tinggal membayar utang,” katanya.

Arifudin menegaskan, dengan dasar itu maka PDI Perjuangan konsisten menolak pinjaman yang diusulkan pemerintah daerah.

“Mari kita duduk bersama membahas APBD murni, kita jalan dan sesuaikan, bupati baru tidak mau jadi penonton, sukurlah kalau pinjaman itu jadi dan H Arhawi lolos,” jelasnya.

Legislator dari Dapil Pulau Binongko ini menuding pinjaman Rp 200 miliar itu untuk menutupi ketidakberhasilan program Bupati H Arhawi.

“Uang pinjaman itu untuk menutupi program yang tidak dicapainya di akhir masa jabatan. Ini contoh ketika Haliana terpilih, misi Haliana kan lain masa Haliana tinggal menonton dan membayar utang selama lima tahun,” bebernya.

Laporan : Hendriansyah

Topik Hari Ini