by

Rp 2,3 Miliar untuk Pengaspalan Jalan Desa Lantawonua

-Berita, Bombana-503 views

BOMBANA, TOPIKSULTRA.COM — Tuntutan pengaspalan jalan yang selama ini disuarakan masyarakat Desa Lantawonua Kabupaten Bombana membuahkan hasil.

Tahun 2021 ini, Pemkab Bombana melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang(PUPR) akan merealisasikan pengaspalan jalan desa sepanjang 997 meter dengan anggaran senilai Rp2,3 miliar.

Kadis PUPR Bombana, Syahrun melalui Kepala Bidang (Kabid) Binamarga, Syamsuar mengatakan, rencana pengaspalan jalan tersebut kini sudah dalam
persiapan tender. “Nilai kontrak Rp2,3 miliar. Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan tender,”katanya kepada TOPIKSULTRA.COM, di ruang
kerjanya, Senin, (1/3/2021).

Menurutnya, jika merujuk pada tahapan tender yang dilakukan kurang lebih sebulan ini, rencana pekerjaan pengaspalan tersebut akan dimulai bulan April 2021.

Namun katanya, dari panjang 1400 meter rencana pengaspalan yang di usulkan masyarakat beberapa waktu lalu, berkurang menjadi 997 meter.

Syamsuar menjelaskan pengurangan panjang dari rencana pengaspalan tersebut bukan karena terjadinya pengurangan anggaran, melainkan karena kondisi lapangan.

Sehingga anggaran yang tersedia, kata Syamsuar, harus menyesuaikan dengan pekerjaan yang akan dilakulan.Hal tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya bersama konsultan perencanaan waktu lalu.

“Dari awal anggarannya tetap Rp2,3 miliar. Tapi hasil survei itu ada pelebaran duecker terus ada pekerjaan talud. Paket ini dari anggaran itu
juga,” ucapnya.

Selain itu, kata Syamsuar, kondisi jalan saat ini, dari STA 0(nol) sampai simpang 3 dekat Kantor Desa Lantawonua yang masuk dalam rencana pengaspalan 2021 ini, masih perkerasan berbutir kelas C, sehingga masih membutuhkan pengerasan Kelas B dan A hingga dapat di lapisi Aspal.

Kondisi jalan Desa Lantawonua, Kecamatan Rumbia, Bombana saat musim hujan seperti sekarang ini.

“Secara teknis harus dilakukan, itu semua perlu, dari pada belum setahun longsor, aspalnya pecah, atau rusak, yang rugi kita dan masyarakat. Jadi
bukan kita mengurangi anggaran, tapi panjangnya yang dikurangi,” urainya.

Syamsuar mengimbau agar masyarakat setempat kembali mengusulkan sisa pengaspalan tersebut hingga Musrembang Kabupaten 2021 untuk rencana kerja pemerintah tahun 2022, yang dalam waktu dekat ini akan di gelar oleh Pemkab setempat.

“Saya lihat dengan kondisi yang ada itu bisa menjadi usulan prioritas di musrembang Kabupaten. Mudah-mudahan di Kabupaten jadi prioritas utama,”tuturnya.

Laporan: Refli

Topik Hari Ini