by

Pencemaran Nama Baik Dominasi Pengaduan Masyarakat di Polda Sultra

-Berita, Kendari-97 views

KENDARI, TOPIKSULTRA.COM — Perkembangan teknologi bisa menjadi sumber masalah bagi sebagian orang. Bagi mereka yang kurang bijak memanfaatkannya terkadang harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Di Sulawesi Tenggara (Sultra), kasus pencemaran nama baik ataupun kejahatan lainnya yang dilakukan di media sosial (Medsos) mendominasi catatan Subdit V (lima) Tindak pidana siber (Tipidsiber) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra.

Selama triwulan pertama di tahun 2021, dari Januari hingga Maret, pengaduan masyarakat didominasi oleh pencemaran nama baik sebanyak 47%, penipuan online 23%, pengambil alihan akun medsos oleh orang tak dikenal 11%, pengancaman dan atau pemerasan 6%, penyebaran konten asusila 2%, dan terakhir ujaran kebencian/isu sara 1%.

Kasubdit V Tipidsiber Direktoret Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sultra, Kompol Muh. Fahroni, S.I.K mengatakan, penanganan perkara laporan pengaduan masyarakat terkait kejahatan di media sosial, khususnya pencemaran nama baik selalu mengedepankan restorative justice sesuai program Kapolri yakni PRESISI.

“Seperti yang telah dilaksanakan oleh Subdit V Tipidsiber dalam setiap penanganan perkara laporan pengaduan masyarakat, mulai tahap lidik kita upayakan mediasi, sidik mediasi lagi, hingga ketahap JPU kita mediasi,” ungkap Fahroni di Polda Sultra, Rabu (14/04/2021).

Ia menjelaskan, dalam restorative justice, pihak kepolisian bertindak sebagai penengah dalam penyelesaian kasus. Olehnya itu, beberapa diantara perkara laporan pengaduan masyarakat terkait dengan pencemaran nama baik diselesaikan dengan mengundang kedua belah pihak untuk memberikan klarifikasi dan mediasi.

Laporan: Emil

Topik Hari Ini