by

Sempat Dijarah, 17 Benda Cagar Budaya Akhirnya Dikembalikan

TOPIKSULTRA.COM, LASUSUA — Beberapa waktu lalu, puluhan benda cagar budaya (BCB) peninggalan suku Tolaki, yang dilindungi dan tersimpan di gunung Goa Tengkorak Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, sempat dijarah oleh beberapa oknum.

Namun, berkat kerja keras pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolut bekerjasama pihak kepolisian melakukan perburuan, 17 benda purbakala tersebut akhirnya dikembalikan. “17 BCB kini sudah dikembalikan oleh pihak yang pernah mengambil secara ilegal, dan untuk sementara dititip di kantor Dinas Dikbud Kolut, ” kata Kepala Bidan Kebudayaan Dinas Dikbud Kolut, Sadaruddin, kepada topiksultra. com, Rabu, (23/6/2021), di kantornya.

Menurutnya, pengembalian benda cagar budaya tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran oleh pihak yang pernah mengambil, salah satunya warga asal Wajo Sulsel dan juga dari tim GM 1000 atau yang dikenal komunitas metal detektor Kolut.

“Mereka mengembalikan ke kantor Dinas Dikbud Kolut awal April 2021,” ujarnya.

Mantan Kepala SMP Negeri 1 Ngapa ini merinci, ke-17 BCB yang dikembalikan tersebut, 12 buah dari tangan salah seorang warga Wajo dan 5 buah dari komunitas metal detektor. “Dinas Dikbud memberikan kompensasi kepada mereka yang dengan penuh kesadaran mengembalikan benda bersejarah tersebut, ” tuturnya.

Pemberian kompensasi kata Sadaruddin, sebagai tanda terimakasih, hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, sebagai mana dijelaskan dalam UU tersebut: apabila ada masyarakat baik pribadi maupun komunitas yang mengembalikan barang atau benda yang diduga cagar budaya, maka pemerintah daerah wajib memberikan kompensasi dalam bentuk ganti rugi. “Karena itu kedua pihak sudah diberi dana kompensasi dari pemerintah daerah melalui Dinas Dikbud,” katanya.

Ia menjelaskan, 5 BCB yang sebelumnya berada di tangan komunitas metal detektor Kolut, dan 12 dari tangan salah seorang warga Wajo, telah diidentifikasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulsel dan hasilnya 17 benda tersebut telah memenuhi keriteria sebagai Benda Cagar Budaya (BCB), sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP)
objek diduga cagar budaya (ODCB), nomor: 1120/F7.1/KB.00.04/2021 tertanggal 18 Juni 2021 yang ditandatangani Plt kepala BPCB Sulsel, Drs. Laode Muhammad Aksa, M.Hum.

“Pemeriksa terdiri dari lima orang tim ahli cagar budaya BPCB Sulsel yakni Drs. Haeruddin, MM, sebagai ketua, Abdul Rahim, SH, A. Syafruddin, Hamrang, dan Andi Haiji masing-masing sebagai anggota,” tuturnya.

Sadaruddin berharap, Insya Allah tahun depan ketika ada Benda-benda Cagar Budaya yang ditemukan pihaknya maupun dari dari masyarakat secara individu, maka pemeriksaannya tidak lagi ke Balai Cagar Budaya Makassar, sebab . di Kolaka Utara saat ini sudah terbentuk Tim Peneliti Ahli Cagar Budaya (PACB) dari hasil uji sertifikasi tim ahli yang dilaksanakan baru – baru ini. “Kami ada 4 Orang yang lolos termasuk saya sendiri dari 6 Orang yang mengikuti uji sertifikasi. kita masih kekurangan 1 orang karena seharusnya 5 – 7 orang setiap kabupaten,”katanya.

Ia optimis, tahun depan masih terbuka lagi pendaftaran sertifikasi dan pihaknya akan mengirim beberapa orang untuk mengikuti uji sertifikasi tim ahli.

“Untuk sementara, dari Dirjen Kebudayaan memberikan rekomendasi kalau mau sidang maka harus mengambil 1 orang dari BPCB untuk mencukupkan 5 orang,” ujarnya.

Berikut rincian benda bersejarah yang telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya oleh BPCB Sulsel:

1. Gelang 2 buah berfungsi sebagai alat upaca (sejarah kuno)

2. Wajan 1 buah berfungsi sebagai alat rumah tangga (sejarah kuno).

3. Tatakan 5 buah berfungsi sebagai alat rumah tangga (sejarah kuno).

4. Mata tombak 1 buah berfungsi sebagai alat perang (sejarah kuno).

5. Cerek Kuningan 1 buah berfungsi sebagai tempat air (kelasik).

6. Replika Gong 1 buah berfungsi sebagai alat upaca (kelasik).

7. Cetakan Kue 1 buah berfungsi sebagai alat rumah tangga (sejarah kuno).

8. Parang 4 buah berfungsi sebagai alat rumah tangga (sejarah kuno).

9. Tempat Sirih 1 buah berfungsi sebagai tempat Sirih (sejarah kuno).

10. Pekinaang 1 buah berfungsi sebagai alat upaca(kelasik).

Laporan : Ahmar

Comment

Topik Hari Ini