by

Pedagang Masker di Bawah Umur Marak di Kolaka, Satpol PP dan DPRD Kolaka Turun Tangan

KOLAKA, TOPIKSULTRA.COM — Sejak Covid-19 melanda dunia, pedagang masker mencoba mencari peruntungan dengan menjajakan jualannya di sekitar lampu merah dan pusat perbelanjaan di Kabupaten Kolaka. Sebagian pedagang masker merupakan anak di bawah umur.

Menyikapi permasalahan tersebut, Satpol PP bersama anggota DPRD Kolaka menertibkan belasan anak di bawah umur itu untuk kemudian dipulangkan ke rumah masing-masing.

Sekertaris Komisi I DPRD Kolaka, Firlan Muharram Alimsyah, mengaku prihatin melihat anak di bawah umur berkeliaran tanpa adanya pengawasan dari orang tua. Apalagi, kata dia, anak-anak itu berjualan di area yang cukup rawan.

“Tidak tepat anak yang masih di bawah umur kemudian bekerja seperti berjualan masker, apalagi kerjanya di sekitar area lampu merah. Ini sangat rawan karena bisa saja terjadi kecelakaan dan kejadian lain yang tidak kita inginkan,” kata Firlan, Senin (4/6/2021).

Dikatakan, selain menertibkan anak-anak di bawah umur yang berjualan di sekitar fasilitas umum, Pemkab Kolaka diharapkan melakukan monitoring. Sebab di tengah pandemi Covid-19 ini, dibutuhkan perhatian pemerintah kepada warganya.

Legislator PKS itu juga menegaskan bahwa turunnya ia bersama Satpol PP menertibkan anak di bawah umur yang berjualan di area fasilitas umum bukan untuk menjustifikasi orang tua anak-anak tersebut, namun itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan DPRD Kolaka terhadap masyarakatnya.

“Selain mengunjungi orang tua mereka, kami juga mengambil data mereka untuk diserahkan ke Dinas Sosial. Misalnya tadi ada anak sekolah yang baru masuk SMP tapi belum pernah dapat bantuan, disitulah kami datang dan langsung memfasilitasi agar anak tersebut bisa mendapatkan bantuan. Dan saya selaku anggota DPRD langsung menyampaikan kepada Kepala Sekolahnya agar anak tersebut bisa difasilitasi untuk diberikan bantuan, baik itu melalui beasiswa atau dengan dana BOS,” katanya.

Selaku Ketua DPD Pemuda Muhammadiyah Kolaka, Firlan juga mengajak anak-anak yang tidak mampu dan ingin bersekolah secara gratis, bisa bergabung dalam Yayasan Muhammadiyah di Kecamatan Pomalaa.

“Saya juga selaku pengurus Muhammadiyah mengajak kepada anak-anak, baik putra maupun putri yang masih bersekolah kalau memang terhambat karena biaya sekolah yang besar, saya ajak ke Panti Muhammadiyah di Pomalaa,” katanya.

Laporan : Azhar Sabirin

Comment

Topik Hari Ini