by

Disoroti Lemah, Perindagkop Bombana Malah Ungkap Temuan Lain di Indomaret Bombana, Indomaret: Itu Tidak Benar

TOPIKSULTRA.COM, BOMBANA — Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Bombana mengklarifikasi soal teguran Perindagkop Provinsi Sultra yang meneyebut lemahnya kinerja pengawasan yang dilakukan pihaknya terhadap pengawasan disejumlah toko retailer Bombana ditengah terjadinya kelangkaan minyak goreng.

Kepala Bidang Perdagangan Perindagkop Bombana, Hajar Aswad mengatakan, sebelum ditemukannya dugaan penumpukan barang langka jenis minyak goreng disalahsatu Toko Retailer Bombana, pihaknya sudah beberapa kali lebih awal turun kelokasi melakukan pengawasan.

Menurutnya, saat bersama Perindagkop Sultra menemukan penumpukan minyak goreng sebanyak 65 Dos digudang penyimpanan barang Indomaret Bombana pada Senin (14/2), itu adalah sudah yang keempat kalinya Perindagkop Bombana turun kelapangan, hanya saja katanya baru kali itu menemukan tumpukan Kardus berisikan minyak goreng yang tersimpan didalam gudang penyimpanan.

“Sidak itu bukan hanya perindagkop Provinsi, itu dengan Perindagkop Bombana,” terang Hajar Aswad Kepada TopikSultra saat dikonfirmasi melalui Telephone, Senin, (14/22/2022).

Hajar Aswad mengaku sebelumnya saat melakukan pengawasan di toko retailer Indomaret, pihaknya juga menemukan dugaan kecurangan lain yang dilakukan oleh pihak indomaret dimasa terjadinya kelangkaan minyak goreng seperti sekarang ini

Diungkapkan Hajar Aswad temuan tersebut berupa pemberlakuan keharusan belanja barang lain selain minyak goreng oleh Indomaret. Caranya dengan mempaketkan barang jenis lain bersama minyak goreng yang akan dibeli oleh pelanggan.

“Boleh beli minyak tapi harus ada paket lain. tapi itu kita sudah larang. Sekarang tidak ada lagi. Kalau yang tadi memang jawabanya tidak ada, katanya minyak kosong, ternyata kita cek gudang ternyata masih banyak, 65 Dos,” ungkap Hajar Aswad.

“Yang lalu biasanya dia bilang ada di dalam hanya di atur jamnya dikasih keluar (Dipajang dirak jualan),makanya kita tidak kasih keluar teguran” tambahnya.

Akan tetapi, Atas temuan saat mendampingi Disperindagkop Provinsi, Hajar Aswad mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan teguran pertama kepada Indomaret Bombana.

Sementara itu, Supervisor Indomaret Bombana, membantah bahwa pihaknya memberlakukan belanja paksaan dengan mensyaratkan boleh beli minyak tetapi harus disertakan dengan belanjaan lain. Menurutnya pihaknya hanya menawarkan barang lain yang merupakan prodak baru di Indomaret Bombana.

Adapaun untuk dugaan penumpukan 65 dos Minyak goreng di gudang penyimpanan, Rahman mengatakan itu dilakukan bukan dengan niatan menumpuk, melainkan jam penjualanya yang di atur.

“Indomaret tidak ada menimbunan minyak. karena kita ini menjual. Kita pajang pak, hanya kita atur jamnya,” katanya.

Hal senada juga ditambahkan Kepala Gudang Penyimpanan Barang Indomaret Bombana, Rahma, mengatakan pengaturan jam penjualan minyak tersebut dilakukan untuk mencegah penjualan minyak terfokus hanya kepada beberapa orang saja. Menurutnya hal tersebut dilakukan agar penjualan minyak ditengah kelangkaan seperti sekarang ini merata.

Ia juga mengatakan sebelumnya pada minggu 13 Februari 2022 pihak Indomaret yang berada di Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia itu telah mengeluarkan sebanya 15 dos minyak goreng untuk dijual.

“Sekarang sudah habis, karena ada sidak 50_an dos lebih yang kami keluarkan,” ucapnya, Selasa, (14/2/2022).

Sebelumnya, pada Senin, (14/2/2022) Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Provinsi Sulawesi Tenggara, Siti Salehah, menyayangkan lemahnya kinerja pengawasan Dinas Perindagkop Kabupaten Bombana.

Pasalnya ditengah terjadinya kelangkaan minyak goreng, yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat tersebut, Perindagkop Provinsi Sultra justru menemukan dugaan penumpukan ratusan Pcs mintak goreng terdiri dari 65 Kardus tersebut disalahsalah satu toko retailer jenis Indomaret yang ada di Bombana, tepatnya di Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia.

Laporan: Refli

Comment

Topik Hari Ini