by

Petani Budidaya tanaman karet di desa ini, sudah produksi ribuan ton setiap bulannya

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — budidaya tanaman karet di Desa Bukit Baru kecamatan Batuputih Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara yang mencapai sekitar Kurang lebih 15 Ribu Pohon dari luas area perkebunan sebanyak 30 Hektar yang beralamat di Dusun.II dan III kini sudah mencapai produksi ribuan ton setiap bulannya.

Kepala Desa Bukit Baru kecamatan Batuputih, Mustamin Rapi yang juga sebagai petani budidaya tanaman karet ini menjelaskan petani didesanya mulai gencar melakukan budidaya penanaman tanaman karet ini sejak 6 tahun silam yang lalu atau di tahun 2017 lalu dan asal bibit karet ini berasal dari daerah kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dibeli langsung oleh petani sendiri. Ungkapnya kepada TOPIKSULTRA.COM pada saat dihubungi melalui Via WhatsAppnya. Rabu, (13/4/2022)

“Masa panen atau penyadapan getahnya di usia 4 tahun itu sudah bisa dilakukan proses penyadapan melalui wadah cetakan yang terbuat dari ember kecil disimpan selama 2 jam di pohonnya baru bisa dikumpulkan dan setelah di satukan dalam sebuah bak penampungan kolam yang berisi air yang dibuat untuk dilakukan perendaman nanti mau dijual baru diangkat dan tidak ada pengaruhnya justru semakin lama direndam semakin bagus dia mengering,” Ujarnya

Dijelaskannya, Harga tanaman karet saat ini yang ada di tingkat petani tidak ada kenaikan harga sama dengan harga tahun lalu dan sangat beragam ada harga Rp. 9.000-10.000 ribu perkilogramnya tergantung kualitasnya beda kalau di pabrik sekitar Rp. 14.000 per kilogramnya. dan rerata petani menjual langsung ke pihak pengepul dari kabupaten Sinjai dan kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan.

“Dalam 1 hektar bisa mencapai 700-1000 pohon tergantung jarak tanam yang dilakukan petani dan kalau hasil panen dalam 1 hektarnya bisa mencapai kurang lebih 1 ton setiap bulannya dan penghasilan petani dengan harga dasar yang ada sekarang bisa mencapai Rp. 8.000.000 juta perbulan.” Terangnya

Menurutnya, tanaman karet tidak kenal musim bisa dipanen sepanjang tahun selama 35 tahun dilakukan terus proses penyadapan tetapi para petani memiliki interval waktu dalam satu hari ada Jedah.

“Biasanya kalau para pekerja yang melakukan proses penyadap itu misalnya dia kerjakan 2.000 pohon hanya 1.000 pohon dia sadap mulai pagi sampai sore hari dan besoknya lagi baru dia sadap 1.000 pohon lagi hingga seterusnya.” Bebernya

Menurutnya, dari 30 Hektar tanaman karet yang ada di desa kami baru 15 hektar yang sementara produksi sisa belum produksi karena terkendala dengan tenaga penyadap yang mahir karena petani masih banyak belum memiliki pengalaman untuk melakukan proses penyadapan sehingga lama menunggu nanti dua tahun terakhir ini baru ada beberapa tenaga penyadap yang memiliki pengalaman yang datang mengajar petani.

“Padahal perkembangan tanaman karet ini kami amati sudah cukup usia untuk dilakukan proses panen namun sebagian petani belum melakukan panen karena masih menunggu tenaga penyadap dari luar.” Jelasnya

Menurutnya, tahun 2023 petani di desa bukit baru sudah bisa melakukan sendiri panen setelah mereka sudah mahir melakukan proses penyadapan tanaman karet mereka.

“Sudah ada 2 Tahun lalu beberapa petani tanaman karet melakukan panen sementara yang lainnya beragam yang melakukan panen ada baru 2 bulan bahkan ada belum sama sekali dan tanaman karet sangat mudah dipelihara tidak membutuhkan biaya besar.” Tegasnya

Menurutnya, jenis tanaman karet ini sangat mudah tumbuh dan cocok semua jenis tanah,baik di tanah rendah maupun ketinggian dan tingkat pertumbuhannya tidak rewel beda dengan tanaman lain yang membutuhkan perlakuan khusus.

“Bukan berarti tidak membutuhkan pemupukan dan perawatan tetapi sangat mudah dipelihara tergantung mau di pupuk atau tidak tergantung pada petaninya sendiri.” Tuturnya

Laporan : Ahmar

Comment

Topik Hari Ini