by

Korupsi DD Woitombo Tahap Penuntutan, Kejari Kolut Mulai Garap DLH

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA —- Kejaksaan Negeri Kolaka Utara (Kolut) sedang menangani 2 kasus tindak pidana khusus (Pidus) pada semester pertama tahun 2022. Hal tersebut di sampaikan dalam keterangan rilisnya.

“Kita ada dua kegiatan untuk dibidang tindak Pidana khusus (Pidsus) pertama proses Penuntutannya yang sedang berjalan di Pengadilan Tindak pidana korupsi dikendari soal kasus Korupsi Dana Desa tahun 2016-2018 yang melibatkan mantan Kades Woitombo dimana prosesnya sidangnya masih tahap pembuktian dan pemeriksaan para Saksi-saksi,” Kata Teguh Imanto, SH., M.Hum kepada Wartawan pada saat ditemui di Halaman Kantor SPKT Kejaksaan Kolut, Senin (20/6/2022)

Dijelaskannya, kegiatan kedua pihak Kejaksaan Negeri sedang melakukan Penyidikan Perkara Kasus tindak Pidana Korupsi Pembangunan Konstruksi daur ulang sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka Utara tahun 2021 yang beralamat di Desa Saludongka

“Jadi untuk penanganan perkara kasus pembangunan konstruksi daur ulang sampah ini kami sudah tingkatkan sejak,(20/5/2022) dengan nomor surat perintah penyidikan (PRINT-024/P.3.16/Fd.2/05/2022) dari penyelidikan ke penyidikan,” Ujarnya

Menurutnya, kita sudah memeriksa 14 Orang Saksi dari proses penyidikan ini pihaknya sedang mengumpulkan sejumlah alat untuk dijadikan barang bukti.

“Diantaranya beberapa pejabat yang berhubungan dengan pembangunan tersebut serta aparat Desa dimana tempat pembangunan daur ulang sampah didirikan,” pungkasnya

Menurut, Teguh Imanto Karena rencana kedepannya pihaknya akan melakukan pemeriksaan saksi ahli tentang kontruksi bangunan dan sekaligus audit kerugian negara.

“Dari hasil penyidikan kita menemukan suatu peristiwa yang diduga adanya tindak pidana korupsi didalamnya salah satunya adalah tentang mutu dan Spek barang,” tegasnya

Menurutnya,tujuan dari penyidikan adalah pengumpulan alat – alat bukti hingga penentuan penetapan tersangka,”

“Karena personil di Kejari terbatas maka kami berusaha menyelesaikan satu kasus penuntutan dan satu penyidikan harus selesai tahun ini, sehingga kami kejar dan terus dikembangkan di tingkat penyidikan.” Tuturnya

Laporan : Ahmar

Comment

Topik Hari Ini