by

Wakil Bupati Kolut: Angka Kasus Stunting di Kolut Mencapai 26,6 Persen

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Abbas, SE menekankan pentingnya data akurat agar mudah dilakukan tindakan secepatnya sehingga bisa terbebas dari kasus stunting yang sudah mencapai 26,6 persen. Hal tersebut disampaikannya pada saat membuka secara resmi Pertemuan tim Audit Kasus Stunting tingkat kabupaten Kolaka Utara tahun 2022 yang digelar Oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan KB di Aula Lantai III Kantor Bupati Kolaka Utara yang diikuti oleh Dinas Kesehatan, RSUD Djafar Harun Lasusua, Tim Audit dari Provinsi Sulawesi Tenggara, para Camat, Kepala Dinas Kesehatan dan beberapa OPD terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara.

“Pada kesempatan ini ada beberapa hal yang sampaikan berterkaitan dengan Stunting ini, dan kami sudah diskusikan dengan kadis kesehatan dan direktur RSUD Djafar Harun untuk bersama-sama menekan agar angka stunting ini turun drastis menjadi nol persen,” Kata Abbas, Kamis ( 30/6/2022)

Dijelaskannya, kalau kita melihat data di tahun 2021 hingga ditahun 2022 ini wilayah Kolaka Utara masih berada di angka 26,6 Persan Dan ini harus menjadi target kita ditahun 2024 agar kasus stunting ini turun sehingga Kolaka Utara bebas dari Kasus penyakit Stunting.

“Seharusnya di angka 26,6 Persen ini sudah pembagiannya disetiap Kecamatan kita pegang misalnya di Kecamatan A sekian persen datanya tujuannya untuk memudahkan kita untuk bergerak dan berbuat karena sudah ada kita pegang,” Ujarnya Ujarnya

Menurutnya, pihaknya tidak bisa bergerak kalau tidak ada data yang akurat, sehingga hari ini kami meminta setelah adanya pemaparan dari tim ahli bagaimana caranya agar tidak terjadi lagi stunting Ini yang kita harapkan.

“Ini kita akan tindak lanjuti kedepannya sehingga kami sampaikan pada kesempatan ini semua yang terlibat khususnya dari Dinas Pengendalian Penduduk dan KB kita harus punya data akurat,” Pintanya

Menurutnya, hari ini seharusnya kita sudah memiliki data bahwa jumlah masyarakat Kolaka Utara yang kena stunting berapa dan tidak kena stunting berapa.

“Kemudian harus dimulai, misalnya dari 100 Orang yang kena stunting, di Kecamatan mana, Desa mana dan Dusun mana alamatnya supaya kita langsung ambil tindakan tetapi kalau hanya punya data lalu hanya dihapal sekian datanya di Kolaka Utara sama halnya tidak melakukan tindakan,” pungkasnya

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara, Irham, SKM Menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk mengaudit semua kecamatan yang lokus stunting itu di undang untuk hadir melakukan diskusi bersama dalam menyatukan persepsi (pendapat).

“Jumlah kasus stunting untuk wilayah kabupaten Kolaka Utara sebanyak 8,78 persen atau 559 kasus sementara lokus stunting untuk tahun 2022 ini sebanyak 6 Kecamatan dan 23 Desa,” Kata Irham

Menurutnya, target ini kami belum bisa hitung karena kami satukan dulu pendapat untuk langkah-langkah apa yang kurang sehingga dapat menghasilkan suatu langkah pasti sebelum dilakukan tindakan penanganan stunting.

“Makanya rapat stunting audit yang adakan adalah dinas Pengendalian Penduduk dan KB dengan bekerja sama Beberapa Organisasi seperti, BKKBN, IDAI, AIPGI dan HIMPSI,” tuturnya

Menurutnya, dari hasil Survei Gisi Balita Indonesia (SGBI) tahun 2021 mencapai 26,6 persen untuk kasus stunting yang ada di Wilayah Kabupaten Kolaka Utara yang telah ditemukan.

“Ini berdasarkan data dari hasil aktivitas Posyandu SE kabupaten Kolaka Utara dan kami berharap bisa bersinergi karena jujur saja kalau Dinas kesehatan yang menangani sendiri sepertinya agak berat dengan adanya rapat yang dilakukan sekarang ini bisa ada solusi yang dilahirkan karena memang ini adalah program nasional sehingga bisa menurunkan jumlah kasus stunting yang ada.” Tutupnya.

Laporan : Ahmar

Comment

Topik Hari Ini