by

Terdakwa MA Nyaris Diamuk di PN Kolut

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Terdakwa MA, nyaris diamuk massa di Pengadilan Negeri Lasusua, dalam sidang lanjutan Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang berujung meninggalnya Hamira (28), warga Desa Ponggiha Kecamatan Lasusua pada Januari 2022.

Terdakwa MA yang merupakan suami korban itu sendiri nyaris jadi bulan-bulanan keluarga korban yang tersulut emosi melihat kedatangannya di Pengadilan Negeri Lasusua guna mengikuti sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi, Senin (1/8/2022).

Beruntung para petugas baik dari polisi,staf pengadilan dan staf kejaksaan sigap mengamankan terdakwa dan melerai puluhan keluarga korban yang tersulut emosi. Puluhan keluarga korban datang mengawal saksi untuk mengikuti sidang.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Lasusua, Arum mengatakan sidang kedua yang digelar hari ini adalah keterangan saksi dari pihak keluarga korban yang dihadirkan oleh pihak Jaksa Sebagai Pengacara Negara.

”Dalam sidang keterangan saksi ini yang dituduhkan adalah Kasus Dugaan KDRT, karena kemarin pihak Jaksa sudah membacakan surat dakwaan setelah ada surat dakwaan yang sudah dibacakan itu ditanggapi oleh pihak terdakwa bersama tim kuasa hukumnya,” katanya kepada wartawan, Senin, (1/8/2022).

Setelah ada tanggapan seperti itu pasti ada putusan sela tetapi kalau tidak ada lanjut dengan saksi.

“Nanti kalau terdakwa punya saksi yang meringankan itu juga akan dipanggil setelah itu baru diperiksa terdakwa dan akan ada proses tuntutan dari penuntut umum dan itu akan mendapatkan tanggapan dari terdakwa dan tim kuasa hukumnya setelah itu ditanggapi lagi pihak jaksa dan baru ada putusan,” ungkapnya

Menurutnya, kenapa terdakwa tidak ditahan karena ada yang mengajukan penangguhan penahanan dengan jaminan Orang.

“Memang boleh dilakukan seperti itu dengan syarat-syarat tertentu sesuai ketentuan dalam KUHAP,” ujarnya

Lebih lanjut, Arum menjelaskan dari tahap awal yang melakukan penyidikan adalah pihak kepolisian dan mereka nyatakan berkasnya lengkap dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kolaka Utara.

Pihak kejaksaan pun tidak melakukan penahanan kita harus ketahui bahwa yang bersangkutan bersikap objektif dan kooperatif serta barang bukti sudah disita tidak kuasai lagi terdakwa.

Menurutnya, sesuai ketentuan dalam pasal 21 ayat 1 dikitab untuk hukum acara pidana yang berbunyi dikhawatirkan terdakwa melarikan diri dan merusak barang bukti.

“Terdakwa bukan dikatakan bebas tetapi di tangguhkan penahanannya dan setiap dilakukan persidangan yang bersangkutan wajib hadir bersama tim kuasa hukumnya.” jelasnya.

Laporan : Ahmar

Comment

Topik Hari Ini