Anak Usia 1-10 Tahun Dominasi Kasus DBD di Kolaka

banner 468x60

KOLAKA, TOPIKSULTRA.COM —┬áDinas Kesehatan Kabupaten Kolaka mencatat penderita kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), sejak Januari sampai Juni 2020 berjumlah 42 kasus yang didominasi oleh anak-anak usia di bawah usia 10 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kolaka, Harun Masirri menyebutkan, kasus DBD di Bumi Mekongga mengalami kenaikan pada bulan Januari dan Februari 2020, namun sejak Maret hingga Juni 2020 mengalami penurunan kasus. Selain itu, kasus DBD di Kolaka disebut menurun dibanding tahun lalu.

Saat ini, kata Harun, penderita DBD berjumlah 42 orang yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Kolaka. Dari 12 kecamatan di Kabupaten Kolaka, penderita DBD terbanyak berasal dari Kecamatan Kolaka.

Rinciannya, Kecamatan Iwoimendaa 3 kasus, Kecamatan Latambaga 5 kasus, Kecamatan Kolaka 19 kasus, Kecamatan Wundulako 1 kasus, Kecamatan Baula 3 kasus, Kecamatan Pomalaa 5 kasus, Kecamatan Tanggetada 2 kasus, Kecamatan Watubangga 2 kasus, dan Kecamatan Toari 2 kasus. Sementara Kecamatan Wolo, Kecamatan Samaturu dan Kecamatan Polinggona hingga kini tidak ditemukan kasus DBD.

Sementara rata-rata penderita DBD didominasi oleh anak-anak. Rinciannya, usia 1-10 tahun berjumlah 21 orang, 11-20 tahun berjumlah 10 orang, 21-30 tahun berjumlah 5 orang, 31-40 tahun berjumlah 3 orang, 41-50 tahun berjumlah 2 orang, dan usia di atas 50 tahun berjumlah 1 orang.

“Ada sekitar 50 persen kasus DBD yang didominasi oleh anak usia di bawah 10 tahun,” ujar Harun, Senin (22/6/2020).

Dari total kasus DBD di Kabupaten Kolaka, hingga kini angka kematian akibat penyakit ini adalah nol persen alias tidak ada.

Menurutnya, peran serta masyarakat dalam menghadapi penyebaran DBD cukup bagus. Meski demikian, ia juga meminta masyarakat untuk segera memeriksakan dirinya kepada petugas kesehatan apabila mengalami gejala DBD.

Dinkes Kolaka, kata Harun, telah melakukan sejumlah langkah untuk menanggulangi penyebaran DBD seperti, melakukan abatesasi atau menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air, dan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan gerakan menguras, menutup, dan mengubur (3M Plus).

“Kita juga melakukan fogging di daerah yang ditemukan penderita DBD,” katanya.

Laporan : Azhar Sabirin

Editor

Comment