Andi Sumangerukka Resmi Nakhodai BPW KKSS Sultra, Tafdil Legowo

Berita1130 Views
banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KENDARI – Usai sudah Musyawarah Wilayah V (Muswil V) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sulawesi Tenggara (Sultra, Mayjen TNI (Purn), Andi Sumangerukka terpilih secara aklamasi nahkodai Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Sultra periode 2022-2027. Sedangkan rivalnya, H. Tafdil memilih mengundurkan diri.

Tafdil, yang juga tercatat dalam bakal calon Muswil V BPW KKSS Sultra, memilih mengundurkan diri dari pertarungan perebutan pucuk pimpinan.

Bupati Bombana ini menerima kekalahan sebagai satu-satunya lawan dalam pemilihan ketua di Muswil V KKSS Sultra tersebut.

“Saya menerima dan menghormati hasil keputusan Muswil. Saya legowo menerima kekalahan,” ungkapnya.

Tafdil berharap organisasi ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tapi juga menjadi wadah pengembangan diri.

Ditempat lain, sehari setelah terpilih sebagai  Ketua BPW KKSS Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka langsung memaparkan  program kerjanya.

Pria yang akrab disapa ASR itu menjelaskan bahwa benang merah dari visi yang diusungnya adalah merajut kebersamaan sebagaimana ikatan kekeluargaan yang pada giliranya turut andil membantu merealisasikan program pemerintah dalam menciptakan situasi kondusif.

“Maksudnya, bagaimana kita bisa merajut kebersamaan kemudian bisa hidup berdampingan dengan komunitas lain serta mengedepankan prinsip dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung tinggi. Dan selanjutnya bagaimana bisa mendekatkan kesejahteraan kepada mereka yang memang membutuhkan,”ujarnya saat memaparkan program kerjanya di salah satu hotel di Kendari, Kamis (31/3/2022).

Dikatakan ASR, misi pertamanya, akan  mendorong dan memfasilitasi KKSS Sultra  untuk berperan aktif dalam menciptakan suasana sejuk di Sultra serta ikut terlibat membantu merealisasikan program pemerintah yakni menciptakan situasi kondusif.

Kedua, mendorong keterlibatan pengurus KKSS untuk membantu pemerintah dalam mempersempit ketimpangan pendidikan dan pekerjaan yang berfokus pada masyarakat marginal dan penyandang disabilitas yang dikhususkan untuk warga Sulsel di Sultra.

Ketiga, memfasilitasi kegiatan kegiatan yang dapat mewujudkan warga KKSS berakhlak mulia, beriman dan bertaqwa.

Tak hanya itu, mantan Panglima  Kodam XIV Hasanuddin ini, menyampaikan kalau KKS Sultra harus punya sekretariat atau kantor untuk menjadi sentral aktivitas, karena disanalah akan menjadi sarana berinteraksi dan menerima aspirasi segenap unsur KKSS.

“Supaya juga menjadi  pusat informasi, maka harus ada yang  stand by dua kali duapuluh empat jam,”tuturnya.

Meningkatkan pengembangan organisasi sosial dan kemasyarakatan serta menjalin sinergitas dengan berbagai pihak.

“Jadi kita semua harus bersinergi dalam membangun konsep bersama serta tidak ada istilah yang disingkirkan karena saya menganggap semua adalah bagian dari keluarga saya,”terangnya.

Pihaknya akan melakukan pendataan masyarakat Sulsel yang selama ini belum terdeteksi di Sultra, khusunya yang tinggal di daerah pesisir. Hal ini untuk mempermudah dalam penyaluran program-program serta bantuan sosial bagi yang membutuhkan.

“Setelah data base nya selesai maka kedepan bisa dilakukan sosialisasi sehingga kepada mereka yang kurang tersentuh itu tidak sulit lagi dijangkau, namun hal itu harus berbasis data,”ungkapnya.

Dalam kondisi seperti ini emansipasi dari perempuan tidak bisa kita nafikan. Bahwa dalam hal pemberdayaan, emak emak harus dikedepankan, Begitupun dengan UMKM yang harus menjadi atensi karena pada situasi  pandemi covid -19 merekalah yang paling merasakan dampaknya. Apalagi dengan adanya PPKM dari pemerintah, ungkapnya.

Kemudian, ia menampik jika organisasi yang dinahkodainya itu disangkutpautkan dengan kepentingan pilkada 2024, melainkan wadah untuk menyalurkan kerja sosial kemasyarakatan. Kalau pun ada orang tertentu  yang mengaitkan dengan kepentingan politik kedepan itu diluar dari pada kapasitasnya. Sebab pada esensinya, KKS adalah organisasi kekeluargaan.

“Jadi inikan kegiatan sosial dalam bingkai kekeluargaan dan kita menyelesaikan segala sesuatunya sesuai dengan ikatan kekeluargaan atau musyawarah mufakat,”bebernya.

Tak hanya itu, ia juga akan mendorong keterlibatan pengurus KKSS untuk membantu pemerintah dalam mempersempit ketimpangan pendidikan dan pekerjaan yang berfokus pada masyarakat marginal dan penyandang disabilitas yang dikhususkan untuk warga Sulsel yang ada di Sultra.

“KKSS harus bersinergi dalam membangun konsep bersama pemerintah, dan saya tidak akan berhenti berbuat sampai hak hak masyarakat yang melekat pada diri sendiri telah tertunaikan, karena saya bisa seperti ini berkat doa dan dukungan dari saudara saudaraku sekalian,”pungkasnya.

Laporan: Novrizal R Topa

Editor

Comment