TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tampanama Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, melakukan pemasangan kawat bronjong di hulu Sungai Purau, Rabu (26/8/2026). Pemasangan bronjong tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap penurunan debit sumber air baku yang melayani Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Ngapa dan IKK Pakue.
Selain debit air yang mulai menurun, posisi pipa transmisi utama yang melintasi area sumber air saat ini sudah berada di atas aliran permukaan air. Kondisi tersebut dinilai dapat mengancam ketersediaan air bersih bagi pelanggan di dua wilayah pelayanan tersebut.
Direktur PDAM Tirta Tampanama Kabupaten Kolaka Utara, Tasrim, S.Ag., M.Si., mengatakan kegiatan pemasangan kawat bronjong dilakukan sejak Selasa dan akan dilanjutkan hingga pekerjaan selesai. “Kegiatan kami hari ini mulai sampai sore hari dan akan dilanjutkan besok hingga selesai dan dapat normal kembali pelayanan air bersih,” ujar Tasrim melalui rilis resminya, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, pemasangan kawat bronjong dilakukan untuk menahan atau membendung aliran air pada sumber air baku agar debit air tetap stabil. Langkah tersebut juga bertujuan memastikan permukaan air mencapai posisi pipa transmisi sehingga air dapat mengalir secara optimal menuju instalasi pengolahan dan selanjutnya ke jaringan distribusi. Dengan demikian, ketersediaan dan kelancaran pelayanan air bersih bagi pelanggan di wilayah IKK Ngapa dan IKK Pakue diharapkan tetap optimal.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur PDAM Tirta Tampanama Kolaka Utara, Tasrim, bersama staf Unit IKK Ngapa dan staf Unit IKK Pakue yang masih berjibaku di lokasi kegiatan. Dalam pelaksanaannya, tim terlebih dahulu melakukan survei dan pengecekan kondisi lapangan sumber air baku, termasuk mengukur ketinggian air serta posisi pipa transmisi sejak Selasa (25/8/2026). Setelah itu, tim menentukan titik pemasangan kawat bronjong yang dinilai tepat untuk membendung aliran air secara efektif.
Kawat bronjong kemudian dirakit dan dipasang pada titik yang telah ditentukan dengan menyesuaikan kondisi aliran serta kebutuhan penahanan air. Struktur bronjong selanjutnya dipadatkan dan diamankan agar kuat menahan air dan tidak mudah bergeser. Setelah pemasangan, tim melakukan pemantauan terhadap perubahan ketinggian air untuk memastikan air sudah masuk dan dapat mengalir melalui pipa transmisi menuju instalasi pengolahan.
Pemasangan kawat bronjong ini merupakan langkah antisipatif dan darurat yang diperlukan untuk mengatasi penurunan debit air baku sekaligus kondisi posisi pipa transmisi yang sudah berada di atas permukaan air. Dengan adanya pembendungan tersebut, diharapkan ketersediaan air baku untuk wilayah IKK Ngapa dan IKK Pakue dapat tetap terjaga sehingga pelayanan air bersih kepada pelanggan dapat berjalan dengan baik.
Laporan: Ahmar















Comment