Bahas Penyebab Banjir, DPRD Bombana Naik Pitam Ulah Pernyataan Perusahaan Tambang

banner 468x60

BOMBANA, TOPIKSULTRA.COM — Pernyataan salah seorang perwakilan Perusahaan tambang di Kabaena, Bombana, Sultra, yang mengatakan telah memberikan sejumlah uang dalam bentuk Corporate Social Responsibility¬†(CSR) atau pemberdayaan masyarakat terhadap terdampak banjir, ditanggapi keras oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bombana, Senin (25/1/2021). Tidak sedikit dari mereka mengecam pernyataan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Bombana, Iskandar sangat menyayangkan pernyataan tersebut, sebab menurutnya dampak yang diberikan perusahaan terhadap masyarakat Kabaena, jauh lebih besar dari pada sejumlah uang yang telah diberikan oleh peusahaan, khususnya masyarakat yang baru saja beberapa waktu ini tertimpa banjir.

“Nilai yang anda(perusahaan) berikan tidak seberapa dengan dampak yang di akibatkan, termasuk terhadap Pemerintah Bombana,” ujar Iskandar saat melakukan rapat bersama sejumlah perwakilan perusahaan membahas penyebab banjir Kabaena, diruang rapat DPRD setempat.

Sebab menurutnya, sejumlah fasilitas dan infrastrutur yang dibangun menggunakan APBD Bombanana juga ikut rusak dihantam banjir yang terjadi 17 Januari lalu.

“Kita (DPRD) tau juga hitung hitunganya, tidak seberapa itu dibandingkan dengan keuntungan yang anda dapatkan dalam satu kali pengapalan,” kata Iskandar.

Hal senada dikatakan Anggota DPRD lainnya, Musrif. Menurutnya, sejumlah uang yang diberikan kepada masyarakat dalam bentuk Coorperate Sosial Responcibiliti (CSR) khususnya yang masuk dalam area lingkar tambang tersebut memang merupakan tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat. Namun bukan berarti membenarkan jika perusahaan tersebut mengabaikan dampak lingkungan yang diakibatkan penambangan seperti banjir dan limbah lumpur dari perusahaan.

“Nelayan di pesisir sana lebih banyak dapat lumpurnya dari pada ikannya. Maaf saya sedikit emosional karena ini bagian dari tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat disana,” ujarnya.

Musrif mendesak agar sejumlah perusahaan tersebut lebih peka dalam mengantisipasi dampak lingkungan yang di hasilkan oleh aktifitas penambanganya, sebab sebagai wakil rakyat yang mengaku lahir dan tumbuh besar di Kabaena Musrif mengatakan belum pernah terjadi banjir hingga merendam beberapa desa di Kabaena.

“Bagaimana tidaknya bisa dilakukan untuk mengantisipasi banjir berikut dengan pencemaran lingkungan, supaya masyarakat juga disana bisa hidup dan mencari nafkah dengan layak seperti sebelumnya,” ucapnya.

Andi Firman juga berpendapat. Ia menilai pada saat terjadinya banjir justru pihak perusahaan menunjukkan sikap abai terhadap musibah yang menimpa masyarakat kepulauan Kabaena.

“Yang dilakukan perusahaan pada saat banjir nyaris tidak terlihat,” ujarnya menambahkan.

Pantauan, TOPIKSULTRA.COM DPRD Bombana pada akhirnya mengeluarkan rekomendasi yang memerintahkan sejumlah perusahaan tambang di Kabaena untuk melakukan pemulihan dan rehabilitasi terhadap semua kerusakan fasilitas umum yang di hasilkan akibat banjir di wilayah IUP masing-masing.

Kemudian DPRD setempat juga merekomdendasikan agar pihak Perusahaan melakukan perbaikan terhadap Assesment (penilaiaan ) yang di rekomendasikan Dinas Lingkungan Hidup Bombana pada saat monev beberapa waktu lalu, sebab hingga saat ini belum juga dilakukan oleh sejumlah perusahaan tersebut.

DPRD juga merekomendasikan pihak Perusahaan agar melakukan normalisasi sungai dan daerah aliran sungai (DAS). Ketiga hal tersebut masing-masing di sepakati oleh perwakilan perusahaan yang hadir.

Untuk diketahui, dari sepuluh Perusahaan pengeruk biji nikel (ore) yang di undang DPRD Bombana, hanya 7 perwakilan saja yang hadir, sementara tiga Perusaahaan lainnya seperti, PT Trias, PT Rohul dan PT Tonia terpantau tidak hadir.

Laporan: Refli

Editor