Bayar Honor Pengajar Delapan Ratus Ribu Perbulan, Kepala SLB Bombana Diduga SPJ-kan 1,3 Juta

Berita, Bombana293 Views
banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, BOMBANA — Oknum Kepala Sekolah (KS) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bombana diduga potong gaji pengajarnya Rp 500. 000 (Lima ratus ribu) perbulan hingga tenaga pengajarnya mengundurkan diri.

Informasi yang dihimpun TOPIKSULTRA.COM, Guru honorer tersebut diketahui bernama Ana Maryam. Ia dikabarkan selalu diberi honor yang tidak sesuai dengan daftar penerimaan honor oleh pihak sekolah SLB Bombana.

“Yang mereka tanda tangani tertulis 1,3 juta tapi yang dikasih hanya delapan ratus ribu rupiah,” ungkap seorang narasumber kepada TOPIKSULTRA.COM.

Ana Maryam yang berhasil di Konfirmasi pada, Rabu, (19/01/2022) mengatakan bahwa benar dirinya pernah menjadi pengajar di SLB yang terletak di Kecamatan Rumbia Tengah tersebut.

Menurutnya, Ia mengajar disekolah itu sejak tahun 2019 lalu, hingga akhirnya memilih mungundurkan diri dengan alasan yang tidak bisa ia jabarkan.

“3 bulan lalu saya istirahat mengajar. Kalau alasan mengundurkan diri kayaknya tidak etis juga saya jabarkan,” tulisnya melalui pesan Whatsapp, Rabu, (19/01/2022).

Sedangkan untuk soal kebenaran informasi bahwa ia pernah diberi honor dibawah dari nominal yang tertulis didalam slip gaji yang ia tanda tangani, Ana Maryam enggan untuk berkomentar.

SLB Negeri Bombana

“Tanya mi ki (tanya saja) Bu Andi Satriana (Bendahara SLB Bombana), dia ji yang gaji ka,” pungkasnya masih melalui pesan Whatsapp.

Sementara itu, Bendahara SLB Bombana, Andi Satriana, yang sebelumnya lebih dulu dikonfirmasi tidak menampik informasi tersebut. Andi Satriana yang juga berperan sebagai tenaga pengajar di sekolah itu membenarkan informasi tersebut. Ia bahkan mengaku merasakan hal yang sama.

“Digaji itu persetiap pencairan dana bos. Hitunganya tetap perbulan. Nominalnya delapan ratus ribu. Dibulan sembilang tahun 2019 kalau tidak salah ,” ungkapnya kepada wartawan saat dikonfirmasi di SLB Bombana, Senin, (12/01/2022) lalu.

Tidak hanya itu, guru yang mengaku mengajar di sekolah luar biasa Bombana sejak tahun 2019 lalu ini mengungkapkan, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, sejak menjadi tenaga pengajar disekolah tersebut, hanya sekali saja pernah mengajar sebanyak 7 orang siswa. Selebihnya diisi dua, tiga hingga empat orang siswa saja.

“Tapi di SLB itu beda Sekolah normal, perbandingan 1 siswa SLB sama dengan lima anak normal,” katanya.

Guru yang mengaku kini tinggal seorang diri sebagai pengajar disekolah ini juga mengungkapkan, sejak mengajar, disekolah tersebut tidak pernah terdapat dengan lengkap tiga orang tenaga pengajar. Padahal berdasarkan Dapodik tenaga pengajar di SLB Bombana terdaftar sebanyak empat orang tenaga pengajar, terhitung dengan Kepala Sekolahnya.

“Tidak pernah lengkap sebanyak tiga orang pengajar,” kata Andi Satriana.

Sedangkan untuk peserta didiknya terdiri dari 23 orang yang terdaftar di Dapodik. kendati demikian Andi Satriana juga mengaku tidak semua dari siswa tersebut pernah dilihatnya hadir di sekolah.

Adapun soal pembayaran insentif kepada Ana Maryam sebesar 800 ribu pada 2019 lalu, apakah itu inisiatifnya sebagai bendahara atau bukan, Ia menjawab ” Mohon maaf bapak, silahkan konfirmasi langsung ke pemangku kebijakan ( Kepala Sekolah ),” Tulisnya kepada wartawan saat di Konfirmasi kembali pada Rabu (19/01/2022).

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Bombana Ramlah, yang berupaya dikonfirmasi sejak Senin, (12/01/2022) lalu baru dapat terhubung pada Selasa (18/01/2022) dengan balasan pesan Whatsapp yang menerangkan bahwa dalam perjalanan menuju Kabupaten Bombana.

Lanjut dikonfirmasi melalui pesan whatsapp pada malam harinya, Ramlah hanya menjelaskan bahwa jumlah siswa yang datang di Sekolah tersebut memang sudah seperti itu. Namun katanya yang hadir bergantian.

Soal 23 Siswa yang termuat dalam dapodiknya Ramlah menjawab bahwa Siswa SLB dengan siswa sekolah umumnya dihitung berbeda dengan satuan satu berbanding 7 atau lebih dari itu kebutuhannya.

“Sudah ini penjelasannya bahwa siswa SLB sudah dapat itu adanya. Mudah dilihat tpi pelaksanaannya yang perlu diperhatikan,” urainya melalui chat Whatsapp kepada TOPIKSULTRA.COM.

Saat ditanya soal jumlah pengajar dan nominal honor tenaga pengajar di sekolah yang dipimpinya itu, Ramlah mengatakan. “Masalah guru saya yang tau kinerjanya” ucapnya.

Hingga berita ini dirilis, Media ini sudah beberapakali berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut dan lebih dalam dengan berkunjung ke Sekolah secara langsung.

Awalnya pada senin, 19 Januari 2021 Kepala sekolah tidak berada ditempat. Lalu pada Senin 17 Januari 2022 Kepala Sekolah juga belum berada ditempat namun wartawan mendapati aktifitas belajar mengajar yang diisi oleh satu orang guru dengan 3 orang peserta didik.

Hingga pada Rabu, (19/01/2022) saat Kepala sekolah diketahui sudah berada disekolah. Wartawan kembali melakukan upaya konfirmasi namun Kepala SLB Bombana masih enggan nenemui dan memberi komentar kepada wartawan dengan alasan bahwa ia kurang sehat badan. Informasi tersebut disampaikan kepada wartawan melalui suaminya yang kebetulan juga berkunjung ke Sekolah itu bersamanya menggunakan Mobil.

Diketahui berdasarkan data yang diterima TOPIKSULTRA.COM, honor tenaga pengajar dalam laporan realisasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SLB Bombana Tahun 2021 dilaporkan membayar tiga orang tenaga pengajar di triwulan pertama (Maret 2021), Kemudia 3 orang pengajar di triwulan kedua (Juli 2021), dan satu orang pengajar di bulan Agustus 2021.

Laporan: Refli

Editor

Comment