TOPIKSSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, terus mengintensifkan upaya penurunan stunting melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Fasilitasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tiwu pada Rabu (19/11/2025), sekaligus memperkenalkan program pendampingan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Rakor ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya Kepala Bappeda, Ketua Baznas Kolaka Utara, Kepala Kemenag, Kadis DPPKB, Kadis Kesehatan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis PMD, para pejabat pratama, camat, kepala desa se-Kecamatan Tiwu, Kepala Puskesmas Tiwu, Kapolsek Tiwu, Koordinator PKB, para kader, serta undangan lainnya.
Kepala Dinas DPPKB Kolaka Utara, Hj. Hasrayani, S.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Genting merupakan gerakan berbasis komunitas yang melibatkan individu, kelompok, perusahaan, dan pemerintah daerah sebagai “orang tua asuh” bagi keluarga berisiko stunting.
Hasrayani mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh masyarakat dan pelaku usaha, untuk berperan aktif dalam menjadi orang tua asuh demi mencapai target zero stunting, khususnya di Kecamatan Tiwu.
“Berdasarkan data EPPGBM per Agustus 2025, tercatat 282 balita atau 3,5 persen di Kolaka Utara. Sementara di Kecamatan Tiwu, angka stunting menunjukkan progres yang cukup baik dengan hanya 2 balita stunting (0,7 persen), serta jumlah ibu hamil sebanyak 40 orang,” jelas Hasrayani.
Lebih lanjut, Hasrayani menilai capaian tersebut merupakan bukti adanya sinergi yang kuat antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan seluruh elemen yang terlibat dalam aksi percepatan penurunan stunting.
“Hari ini, kita fokus pada penanganan dan pencegahan melalui pendampingan yang melibatkan semua pihak lewat program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting,” tambahnya.
Program ini menargetkan ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia 0–23 bulan (baduta), melalui pemberian bantuan nutrisi dan non-nutrisi. Selain itu, dukungan berupa akses air bersih, edukasi remaja dan calon pengantin, serta peningkatan kapasitas ekonomi keluarga juga menjadi bagian penting dalam upaya komprehensif ini.
Hasrayani kembali menegaskan pentingnya gerakan kolektif masyarakat Kecamatan Tiwu untuk mengambil peran sebagai orang tua asuh. Ia menekankan bahwa langkah cepat harus diambil agar angka stunting dapat ditekan secara lebih optimal.
“Program ini sangat terkait dengan upaya menciptakan generasi emas dan memaksimalkan bonus demografi di masa mendatang,” ungkapnya, mengingatkan jajaran TPPS di tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan, dan desa.
Sebelum rapat ditutup, Tim TPPS Kolaka Utara menyalurkan bantuan CSR dari mitra program Genting kepada keluarga berisiko stunting. Bantuan tersebut berupa susu Milk Life yang telah mendapatkan rekomendasi dari ahli gizi RSUD Djafar Harun Lasusua.
Dengan komitmen bersama ini, diharapkan Kecamatan Tiwu dan seluruh wilayah Kolaka Utara dapat terus menekan angka stunting, menuju generasi yang lebih sehat, cerdas, dan kuat.
Laporan: Ahmar















Comment