Cenderung Gunakan Obat Sendiri, Apoteker di Kolaka Diminta Aktif Edukasi Masyarakat

Kesehatan113 Views
banner 468x60

KOLAKA, TOPIKSULTRA.COM—Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka menggelar Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa Cermat) yang dipusatkan di salah satu hotel di Kolaka, Rabu (6-3-2019).

Dalam sambutannya, Asisten 3 Setda Kolaka, Andi Zulkarnaen mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kolaka mendukung GeMa CerMat di Kabupaten Kolaka.

Kata dia, seringkali dijumpai di masyarakat salah menggunakan obat, karenanya kegiatan ini diharapkan dapat meminimalisir penggunaan obat yang kurang tepat oleh masyarakat.

“Saya berharap kepada tenaga kesehatan untuk terus mengedukasi masyarakat serta memberikan informasi yang benar, agar masyarakat terhindar dari dampak efek samping penggunaan obat,” harap Zulkarnaen.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kolaka, Harun Masirri dalam memberikan sambutan mengatakan, masyarakat dalam menggunakan obat melakukannya dengan dua cara, yaitu dengan meminta resep dari tenaga kesehatan, dan memilih menggunakan obat sendiri. Dari dua cara tersebut, kata Harun, 60 persen masyarakat Indonesia cenderung menggunakan obat sendiri ketimbang menggunakan layanan dari tenaga kesehatan.

Karena itu ia berharap tenaga kesehatan dalam hal ini apoteker dapat menyosialisasikan kepada masyarakat tentang cara penggunaan obat yang benar.

“Masyarakat harus diberikan pemahaman kapan harus mengobati diri sendiri, kapan memilih jenis obat yang digunakan, termasuk bagaimana cara menyimpan obat yang benar,” ujar Harun.

Menurutnya, tenaga kefarmasian selaku agent of change atau agen perubahan perlu bekerja keras untuk memberikan informasi tentang cara penggunaan obat kepada masyarakat. Seorang apoteker, lanjut Harun, dinyatakan berhasil, apabila mampu mengedukasi masyarakat terhadap penggunaan obat yang baik.

“Agar berhasil menjadi agent of change, apoteker perlu melengkapi diri dengan ilmu untuk memberikan informasi yang tepat tentang cara menggunakan obat,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Kefarmasian Dinkes Sultra, Rio Bravo Silondae menjelaskan, GeMa Cermat merupakan program Kementerian Kesehatan RI sebagai upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara penggunaan obat yang benar.

Disebutkan Rio, pada tahun 2018, dari 280 Puskesmas di Sultra, 216 Puskesmas dinyatakan memenuhi standar indikator penggunaan obat. Sementara di Kabupaten Kolaka, 8 dari 14 Puskesmas dinyatakan telah memenuhi standar tersebut.

Kepala Seksi Pemantauan Penggunaan Obat Rasional Direktorat Pelayanan Kefarmasian Kemenkes RI, Erie Gusnellyanti menambahkan, GeMa CerMat sudah dicanangkan oleh Menteri Kesehatan sejak 2015. Saat ini Kemenkes telah mencanangkan kegiatan tersebut di lebih dari 180 kabupaten/kota di Indonesia termasuk di Kabupaten Kolaka.

Ia berharap setelah disosialisasikan, tenaga kesehatan mampu berperan aktif menyosialisasikan hingga ke semua lapisan masyarakat. Apoteker selaku agent of change diminta turun ke masyarakat guna memberikan informasi tentang penggunaan obat yang benar.

“Apoteker ini merupakan perpanjangan tangan pemerintah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Untuk diketahui, pada kegiatan tersebut turut hadir pula Perwakilan World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia untuk Indonesia, dr Benyamin Sihombi, serta sejumlah perwakilan Organisasi Profesi Kesehatan se-Kabupaten Kolaka. (Azhar)

Editor

Comment