Desa Lawaki Jaya Sukses Kembangkan Ayam Petelur

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, LASUSUA — Pemerintah Desa Lawaki Jaya Kecamatan Tolala Kolaka Utara (Kolut), mulai memetik hasil dari budidaya peternakan ayam petelur. “Alhamdulillah, terhitung pekan ini kita sudah mulai panen telur, walaupun belum semua ayam yang bertelur, tapi sehari sudah dapat 200 butir telur,” kata Kepala Desa Lawaki Jaya, Elis kepada TOPIKSULTRA.COM, Jumat, (30/4/2021).

Ia menuturkan, ayam petelur yang dibudidaya merupakan bantuan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolut. Bantuan tersebut meliputi kandang, pakan, dan anakan ayam petelur sebanyak 800 ekor, termasuk biaya pemeliharaan hingga bertelur. “Untuk tenaga kerja, kami pekerjakan 2 orang tenaga dari luar, yang memang ahli beternak ayam. Dan beberapa orang warga kami ikutkan untuk belajar beternak, sehingga kedepan mereka juga bisa mandiri,” ujar Elis.

Menyinggung soal pakan, Elis mengaku walaupun harga pakan saat ini masih mahal dan hasil panen perdana belum menutupi biaya, tetapi seiring semakin bertambahnya jumlah ayam yang menghasilkan telur, maka insyaallah bisa memberi keuntungan. “Setidaknya warga Lawaki Jaya sudah bisa mengonsumsi telur dari hasil peternakan di kampung sendiri, tidak perlu lagi keluar kalau hanya untuk membeli telur,” katanya.

Elis menjamin, harga jual telur dari hasil peternakan desa, jauh lebih terjangkau dan dijamin baru, ketimbang harus keluar desa. “Per satu rak kita jualkan hanya Rp40 ribu. Harga ini lebih murah dari harga di pasaran yang dijual Rp45 ribu per rak. Pekan ini sudah ada 50 rak yang habis terjual,” tuturnya.

Eli optimis, bulan depan setidaknya sudah bisa menghasilkan telur sekitar 700 butir perhari. “Semoga bisa berkembang terus dan bisa ada tambahan bantuan lagi,” katanya.

Wajiyo, yang bertugas mengurusi peternakan ayam petelur menjelaskan, usia ayam petelur yang kini mulai bertelur kurang lebih 5 bulan pemeliharaan. “Pemberian pakannya 2 kali sehari dan menghabiskan sebanyak 80 kilo, pagi 40 kilo dan sore 40 kilo,” ujarnya.

Laporan: Ahmar

Editor