Dini Hari Mencekam di Kolut, Tiga Rumah Ludes Terbakar

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Dua peristiwa kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Jumat (4/9/2026) dini hari. Kebakaran pertama terjadi di sebuah rumah kos di Desa Lawolatu sekitar pukul 03.40 Wita. Beberapa menit sebelumnya, tepatnya pukul 03.15 Wita, kebakaran juga melanda Dusun V, Desa Beringin, Kecamatan Ngapa, yang menghanguskan dua rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa tersebut. Namun, total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp850 juta.

Kapolres Kolaka Utara AKBP R. Todoan A. Gultom, S.I.K., melalui Kasubsie PIDM Humas Polres Kolaka Utara Ahmad Syaiful, S.H., membenarkan adanya dua kejadian kebakaran tersebut.

“Benar, pada Jumat dini hari terjadi dua peristiwa kebakaran di wilayah Kecamatan Ngapa. Personel Polsek Ngapa bersama aparat desa, masyarakat, dan petugas pemadam kebakaran langsung melakukan upaya pemadaman setelah menerima informasi,” kata Ahmad Syaiful melalui rilis resminya, Jumat (4/9/2026).

Kebakaran pertama terjadi di sebuah rumah kos milik Baharuddin, S.H., 53 tahun, warga Desa Watumotaha, Kecamatan Ngapa, yang juga merupakan anggota DPRD Kolaka Utara. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.40 Wita di Desa Lawolatu. Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, saat kebakaran terjadi para penghuni rumah kos sedang tidak berada di lokasi.

Api pertama kali diketahui warga yang melihat kobaran api dari bagian tengah bangunan. Warga sekitar dan tetangga kemudian berupaya memadamkan api secara bersama-sama sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Sekitar pukul 03.45 Wita, personel Polsek Ngapa bersama aparat Desa Lawolatu dan masyarakat mendatangi lokasi untuk membantu proses pemadaman. Pemadaman juga dibantu satu unit mobil pemadam kebakaran dari Posko Lapai dan satu unit armada Damkar Pakue.

Setelah berjibaku memadamkan kobaran api, sekitar pukul 05.15 Wita api berhasil dipadamkan oleh personel Polsek Ngapa bersama petugas pemadam kebakaran, aparat desa, dan masyarakat.

Rumah kos tersebut terdiri atas tujuh petak kamar. Selain bangunan, sejumlah barang berharga, termasuk perhiasan dan perabotan rumah tangga, turut terbakar.

Kerugian akibat kebakaran satu unit rumah kos tersebut diperkirakan mencapai Rp150 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, kebakaran kedua terjadi sekitar pukul 03.15 Wita di Dusun V, Desa Beringin, Kecamatan Ngapa.

Peristiwa tersebut menghanguskan dua rumah milik warga, masing-masing milik Askam, 63 tahun, dan Sabriadi, 31 tahun. Keduanya merupakan warga Desa Beringin dan berprofesi sebagai petani.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari masyarakat, saat kejadian Askam bersama keluarganya sedang tertidur di dalam rumah.

Warga setempat pertama kali mengetahui kebakaran setelah melihat kobaran api dari bagian depan rumah Askam. Warga kemudian membantu memadamkan api sekaligus menyelamatkan penghuni rumah dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Sekitar pukul 03.20 Wita, personel Polsek Ngapa yang dipimpin Kapolsek Ngapa IPTU Andi Jusman, S.H., bersama aparat Desa Beringin mendatangi lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Pemadaman dilakukan bersama masyarakat dan dibantu dua unit armada pemadam kebakaran dari Posko Lapai dan Damkar Lasusua.

Sekitar pukul 05.00 Wita, api berhasil dipadamkan oleh personel Polsek Ngapa bersama petugas pemadam kebakaran, aparat desa, dan masyarakat.

Akibat kebakaran tersebut, dua rumah warga hangus terbakar. Selain bangunan, tujuh sepeda motor, perhiasan, dan sejumlah perabotan rumah tangga turut dilalap api.

Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp700 juta. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Ahmad Syaiful mengatakan kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan penanganan terhadap dampak kedua peristiwa kebakaran tersebut.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada malam hingga dini hari.

“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada malam dan dini hari. Pastikan aliran listrik dan kompor dalam keadaan mati ketika meninggalkan rumah atau sebelum tidur,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mencegah korsleting maupun gangguan kelistrikan lainnya.

“Kami mengimbau agar masyarakat menggunakan kabel listrik yang memenuhi standar SNI dan pemasangannya dilakukan oleh tenaga yang memiliki keahlian di bidang kelistrikan atau petugas yang berkompeten,” katanya.

Kepolisian juga mengingatkan warga agar segera menghubungi aparat maupun petugas pemadam kebakaran apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Respons cepat dinilai penting untuk mencegah api meluas dan meminimalkan kerugian. Sementara itu, penyebab kedua kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.

Laporan: Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment