Dispora Buton Utara Disorot: Honor Atlet Dayung Tak Dibayar, Makan di Rumah Sendiri

Buton Utara233 Views
banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, BUTON UTARA – Dayumin, atlet asal Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan honor atlet dayung yang belum dibayarkan selama berbulan-bulan.

Menurut Dayumin yang juga atlet nasional, para atlet dayung Butur harus makan di rumah sendiri selama latihan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sultra 2022.

Untuk itu, ia mempertanyakan kinerja pengurus yang menangani para atlet.

“Tenaga orang kalian pakai hanya untuk kepentingan kalian,” tudingnua.
Dikatakan, hak para atlet tidak diberikan, sehingga TC mereka harus beli sendiri.

“Kalo mau ambil untung silahkan, tapi kasih dulu apa yang jadi haknya itu atlet. Miris sekali saya dengar!!“ tulis Dayumin di akun Facebook-nya yang dipantau TopikSultra.Com pada Selasa (29/11/2022).

“Mereka pikir saya tidak tahu mungkin bagaimana kelakuannya itu yang suka ambil untung dari atlet, mulai dari pakaian tanding, training sampe peralatan yang mereka manipulasi,” sambung Dayumin.

Kepada TopikSultra.Com Dayumin mengungkapkan, karena unggahannya di Facebook, kabarnya honor para atlet sudah diberikan. Hanya saja, Dayumin masih ragu apakah honor para atlet sudah diberikan semua atau belum.

“Cuma, kendalanya itu, di sana anak-anak itu mengeluhkan masalah itu,” kata Dayumin melalui sambungan telepon.

Ia mengaku, unggahannya itu tidak ditujukan kepada pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Butur. Namun ditujukan kepada pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Butur dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Butur.

“Cuma kalau persoalan itu, saya itu memang tidak menyebutkan secara spesisifik siapa pengurus-pengurus yang saya maksud,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan Dayumin, Ketua PODSI Butur, Jamsir Lambau mengatakan, empati dan keprihatinan Dayumin terhadap nasib atlet dan pelatih dayung di Butur perlu diapresiasi.

“Memang benar selama TC (pelatihan) berlangsung, bahkan hingga TC berakhir honor atlet dan pelatih tak kunjung dibayarkan,” sebut Jumsir Lambau melalui pesan WhatsApp.

Jumsir mengungkapkan, hal itu bukan hanya terjadi di cabor dayung, tetapi semua Cabor di Butur dalam persiapan Porprov mengalami nasib yang sama. Akibatnya biaya berbagai kebutuhan atlet selama TC ditanggung oleh pengurus cabor dan pelatih secara pribadi.

“Apalagi hingga saat ini juga honor tanding atlet dan pelatih belum dibayarkan, sementara seluruh atlet sudah bertanding,” ungkapnya.

Jumsir menyebut, Dayumin sedikit bias ketika kritik keprihatinannya ditujukan kepada pengurus sebagai biangnya. Walaupun tidak secara spesifik menyebut pengurus yang mana yang dikritik oleh Dayumin, apakah pengurus di Dispora atau pengurus cabor.

Kata Jumsir, sebagai pengurus Cabor PODSI Dayung Butur, pihaknya perlu meluruskan. Ia mengaku honor atlet dan pelatih, baik TC maupun tanding tidak melalui pengurus cabor.

“Anggaran itu melekat di Dispora Butur yang penyalurannya dari rekening Dispora langsung ke rekening masing-masing atlet dan pelatih secara nontunai,“ terangnya.

“Begitu juga pengadaan peralatan Cabor, hal ini dilakukan oleh Dispora melalui sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah, tidak melalui Pengurus Cabor,” sambungnya.

TopikSultra.Com sudah menghubungi Kadispora Butur Harlin Hari pada Selasa malam (29/11/2022). Namun ia meminta untuk bertemu di Kantornya pada Rabu (30/11/2022) pagi pukul 8.00 Wita. Saat ditunggui sejak Pukul 7.30 hingga pukul 9.00 Wita, Harlin Hari tak kunjung datang di kantornya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan dari pihak Dispora Butur.

Laporan: Aris

Editor

Comment