DPPKB Kolut Catat 9.325 Keluarga Beresiko Stanting, Setiap Rumah Wajib Tanam Kelor

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sebanyak 9.325 keluarga di wilayahnya beresiko stunting. Untuk mencegah hal itu, Pemerintah setempat mewajibkan setiap rumah keluarga rentan stunting menanam kelor.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Kabupaten Kolaka Utara, Hj. Hasrayani menyebutkan dari 9.325 keluarga beresiko stunting meliputi usia balita sejumlah 5.834 jiwa,
Anak usia di bawah dua tahun atau baduta
2.776 (0-23 bulan) dan 715 Pasangan Usia Subur (PUS) hamil serta para calon pengantin (Catin).

“Sejak Maret kami sudah imbau dan wajibkan agar setiap rumah menanam minimal satu batang kelor,” ujar Hj.Hasrayani kepada wartawan saat diwawancarai di kantornya, Kamis (3/8/2023).

Menurut Hj.Hasrayani, tanaman kelor adalah sayuran yang kaya manfaat bagi tubuh. Salah satunya dapat mencegah kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak anak akibat kekurangan gizi. Intervensi melalui bapak asuh juga telah dilakukan dan telah bergerak mendanai 512 anak stunting dan yang beresiko.

Faktor pemicu stunting dikemukakan beragam dan yang menonjol di wilayahnya karena faktor ekonomi hingga rumah yang tidak memiliki jamban dan sanitasi. Pihaknya mengaku alami keterbatasan SDM dan juga pendanaan.

“Jadi kami kadang dilema juga dalam melakukan pendampingan. Kami menyarankan agar anak-anaknya atau ibu hamil diberi gizi yang cukup tetapi mereka juga tidak punya biaya cukup untuk memenuhi kebutuhannya,” ucapnya.

Mengintervensi faktor penyebab dikatakan sangat penting. Jika hal itu tidak menjadi perhatian khusus maka yang ada hanya mencatat setiap penambahan jumlah kasus stunting setiap tahunnya.

Laporan : Ahmar

Editor

Comment