Hadir di Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting Pj.Bipati Kolut Berpesan Bahaya Pernikahan Dini

Berita, Kolaka Utara2064 Views

TOPISULTRA.COM,KOLAKA UTARA – Pj Bupati Kolaka Utara (Kolut) H. Yusmin S.Pd MH menghadiri Sosialisasi Pencegahan Stunting yang di inisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Kolaka Utara, Dinas Kesehatan serta dokter dari Rumah Sakit Umum Djafar Harun Lasusua.

Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting tersebut dipusatkan di salah satu hotel dengan menghadirkan 100 pelajar SMA dan SMKN Se – Kabupaten Kolaka Utara untuk mengikuti kegiatan yang dimaksud. Sabtu (28/9/2024).

Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting ini merupakan salah satu bentuk kepedulian serta meningkatkan kesadaran generasi muda tentang bahaya stunting dan pentingnya mencegah pernikahan dini, yang menjadi salah satu penyebab utama stunting di daerah Sulawesi Tenggara khususnya wilayah Kabupaten Kolaka Utara.

Pj Bupati Kolut Yusmin mengatakan, pemicu terjadinya angka stunting meningkat di Wilayah Sulawesi Tenggara khususnya di Kabupaten Kolaka Utara karena adanya pernikahan di usia dini sehingga hal ini merupakan salah satu tantangan besar Pemerintah dalam upaya mengurangi angka stunting terjadi di Kolaka Utara.

Anak-anak yang lahir dari pasangan yang menikah di usia dini lebih rentan terkena stunting akibat kurangnya kesiapan fisik dan mental orang tua mereka.

“Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup Generasi mendatang,oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa pelajar, sebagai generasi muda yang akan menjadi orang tua di masa depan,harus memahami bahaya pernikahan dini,” ujar Yusmin dihadapan peserta sosialisasi.Sabtu (28/9/2024).

Lebih lanjut,H. Yusmin mengatakan bukan hanya adanya penyakit Stunting terjadi tetapi juga tingginya angka kekerasan terhadap anak dan pernikahan dini di wilayah kita.Pihaknya juga menggarisbawahi bahwa pernikahan dini berkontribusi pada kondisi stunting karena orang tua muda seringkali tidak siap secara fisik maupun finansial untuk merawat anak-anak mereka dengan optimal.

“Banyak anak-anak kita yang lahir dari pernikahan dini menjadi korban stunting karena orang tuanya belum siap secara fisik dan ekonomi untuk merawat mereka. Ini menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka stunting di Kolaka Utara,” katanya

Selain itu,H. Yusmin menjelaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak bisa hanya bergantung pada Pemerintah, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk dari para pelajar itu sendiri maka dari kami mengajak seluruh pihak untuk mendukung program pencegahan pernikahan dini dan memberikan pendidikan kesehatan yang lebih baik kepada anak-anak kita.

“Saya ingin para pelajar di sini menjadi agen perubahan,kalian yang paling bisa memberi pengaruh besar kepada teman-teman, keluarga, dan lingkungan kalian, jangan biarkan pernikahan dini merusak masa depan kalian dan generasi berikutnya,” ungkapnya

Menurut,H. Yusmin ini merupakan bagian dari upaya mendukung siswa yang kurang mampu, sehingga pihaknya mengumumkan rencana Pemerintah Daerah Kolaka Utara untuk mendata para pelajar yang belum menerima Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan pendidikan lainnya.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga pelajar sehingga mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan.

“Kami akan mendata seluruh pelajar yang belum mendapatkan bantuan. Tidak ada alasan bagi anak-anak kita untuk berhenti sekolah karena masalah biaya. Pemerintah akan hadir untuk membantu, baik melalui PIP maupun bantuan dari pemerintah daerah,” ucapnya

Menurutnya, Pemerintah Daerah juga tengah merencanakan pembangunan asrama siswa di Kolaka Utara, guna mempermudah akses pendidikan bagi pelajar yang berasal dari wilayah terpencil.

“Di masa depan, kami berencana membangun asrama siswa di Kolaka Utara, agar siswa dari desa-desa terpencil dapat lebih mudah mengakses pendidikan tanpa harus khawatir soal tempat tinggal. Kami ingin memastikan semua anak di Kolaka Utara mendapatkan pendidikan yang layak,” katanya

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara saat ini tidak hanya fokus pada pencegahan stunting, tetapi juga akan fokus terhadap perlindungan anak-anak dari segala bentuk kekerasan.

Sehingga Ia meminta kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk membuka posko pengaduan khusus untuk menangani kekerasan terhadap anak.

“Saya tidak akan mentolerir kekerasan terhadap anak-anak kita. Saya meminta agar segera didirikan posko pengaduan di setiap kecamatan untuk menampung laporan dan membantu melindungi anak-anak kita dari kekerasan fisik maupun seksual. Generasi muda ini adalah masa depan Kolaka Utara, dan kita harus menjaganya dengan baik,” tegasnya

Menurutnya,dengan berbagai langkah ini, diharapkan para pelajar di Kolaka Utara tidak hanya memahami pentingnya mencegah pernikahan dini dan stunting, tetapi juga mendapatkan akses pendidikan dan perlindungan yang lebih baik, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang sehat dan berdaya saing.

Laporan : Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment