Hadiri Pesta Panen, Bupati Butur Berharap Nilai Budaya Dilestarikan

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, BUTON UTARA – Bupati Buton Utara (Butur), Dr. H. Muh. Ridwan Zakariah, M.Si menghadiri acara pesta Panen Desa Laeya, Kecamatan Wakorumba Utara, Sabtu (9/9/2023). Setibanya di Desa Laeya, Bupati disambut dengan peragaan silat daerah dan tarian-tarian oleh masyarakat setempat.

Sebelum Bupati Butur memasuki Balai Desa Laeya, para pesilat mempertontonkan keahlian mereka dalam memainkan keris dengan gaya yang lentur dan indah.

Setelah itu masyarakat mengarahkan bupati sejenak untuk melihat hasil panen Tahun 2023 yang dipajang di halaman balai desa. Adapun hasil panen yang dipajang yaitu, pisang, kelapa, jagung, tebu, padi dan ubi-ubian.

Tak hanya itu, dalam balai desa pun Bupati Butur masih disambut dengan berbagai tarian yang ditampilkan oleh anak-anak usia dini dan pemuda Desa Laeya.

Dalam momen tersebut Bupati Ridwan Zakariah tidak bisa menyembunyikan rasa harunya, karena kehadirannya disambut oleh masyarakat Laeya dengan begitu meriahnya.

Diakhir acara juga masyarakat Desa Laeya menyajikan lagi sebuah hiburan yaitu aransemen musik gambus daerah ala Wakorumba Utara untuk menghibur bupati dan rombongan. Sehingga membuat suasana pesta panen tersebut semakin meriah.

“Saya secara pribadi, mewakili keluarga dan masyarakat mengucapkan selamat atas terselenggaranya pesta panen ini. Luar bisa ramainya ini, saya sendiri merasa terharu melihat anak-anak dengan segala kreasinya untuk menghibur kita semua,” ucap Ridwan Zakariah di hadapan masyarakat Desa Laeya.

Ridwan berharap, semoga budaya yang telah diwariskan turun temurun oleh nenek moyang bisa dilestarikan nilai-nilainya dan ditingkatkan kualitasnya.

Lebih lanjut Ridwan menyebut, pesta panen ini adalah sebuah budaya kebiasaan dilaksanakan setiap tahun. Tidak salah jika pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Butur sebagai Kota Pusaka.

“Saya pikir pemerintah pusat tidak salah menetapkan Buton Utara sebagai salah satu daerah kota pusaka,” ujarnya

Dikatalan, ada empat kota pusaka di Sulawesi Tenggara yang ditetapkan oleh Pemerintah pusat. Yaitu Buton Utara, Buton Selatan, Muna dan Baubau diantara 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara,” bebernya.

Bupati dua periode ini mengungkapkan, tujuan kota pusaka yaitu untuk pelestarian benda-benda yang bernilai budaya dan bersejarah masa lalu.

“Jadi ini luar biasa. Mari kita jadikan pesta panen sebagai tombak memotivasi masyarakat untuk membangun desa yang kita cintai ini,” ungkapannya.

Turut hadir dalam acara pesta panen tersebut, Wakil Bupati Butur, Kompol (Purn) Ahali, S.H, M.H bersama wakil Ketua TP PKK, Amalia Ahali dan beberapa kepala OPD lingkup Pemkab Butur, serta Wakil Rektor 1 Universitas Halu Oleo, Dr. La Hamimu, S.Si., M.T.

Laporan: Aris

Editor

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment