Hijaukan Pesisir Kolaka Utara, Lentera dan Lintas Organisasi Tanam Mangrove di Desa Katoi

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA — Sebanyak 200 bibit mangrove ditanam di bibir pantai Desa Katoi, Kecamatan Katoi, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, sebagai upaya mengantisipasi abrasi pantai yang semakin meluas sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh pengurus Lentera dengan melibatkan sejumlah organisasi dan komunitas, di antaranya APRI Kolaka Utara, AKAR LHK Kolaka Utara, HIMMAKER Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, serta HIMMANAJ Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara.

Penanaman mangrove dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asriani, S.Kom., anggota DPRD Kolaka Utara dari Fraksi Partai Gerindra H. Maksum Ramli, perwakilan PT Citra Silika Mallawa (CSM) melalui Humasnya Wawan Kore, S.H., unsur TNI, Pemerintah Kecamatan Katoi, Kepala Desa Katoi Simbulan, serta Kepala Desa Tobaku.

Kegiatan penanaman bibit mangrove ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan mengusung tema “Hijaukan Pesisir, Lindungi Kehidupan, Wariskan Masa Depan.”

Dewan Penghubung Lentera Kolaka Utara, Adrian Perdana Kusuma, menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan pesisir merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga keseimbangan alam dan melindungi masyarakat dari dampak abrasi.

Penanaman mangrove ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi lingkungan untuk masa depan. Mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai, menjaga ekosistem laut, serta menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” ujar Adrian melalui rilis resminya, Selasa (9/6/2026).

Lebih lanjut, Adrian menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang membutuhkan perhatian bersama.

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan, khususnya di pesisir pantai, untuk menjaga kelestarian alam dan ekosistem biota laut. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga lingkungan ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tujuan utama penanaman mangrove adalah mencegah abrasi pantai, melindungi kawasan pesisir dari terjangan ombak, serta menjaga kelestarian ekosistem dan habitat berbagai biota laut.

Mangrove memiliki manfaat besar bagi kehidupan pesisir. Selain menahan abrasi dan gelombang, keberadaannya juga menjadi rumah bagi berbagai jenis biota laut yang mendukung keberlangsungan ekosistem dan mata pencaharian masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir terus meningkat, sehingga upaya pelestarian alam dapat dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga kehidupan dan masa depan generasi mendatang.

Laporan: Ahmar

Related Posts

Jangan Ketinggalan Berita Lainnya

Comment