Institusi pendidikan keagamaan harus bersih dari radikaliame

Berita, Kendari157 Views
banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KENDARI — Silaturahmi pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dengan pihak Kanwil Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara mengusung semangat menjaga institusi pendidikan dari radikalisme.

“Kita mesti memiliki strategi dengan penguatan moderasi beragama. Tujuannya mencegah radikalisme dan hidup lebih rukun,” kata Kakanwil Kemenag Sultra H. Zainal Nustamin.

Misi radikalisme sudah menyasar siapa pun tidak terkecuali penyuluh agama, lembaga pendidikan maupun Aparat Sipil Negara (ASN), sehingga kewaspadaan dini harus diterapkan.

Kemenag Sultra terus melakukan berbagai program pencegahan dengan pendekatan penguatan moderasi beragama. 

Penguatan moderasi beragama terus dilakukan sampai di tingkat Kabupaten/Kota se Sultra dengan melibatkan Pemerintah Daerah, dan Forum Kerukunan Umat Beragama. 

Hal senada disampaikan Ketua FKPT Sultra Hj Andi Intang Dulung bahwa saat ini masyarakat diperhadapkan dengan perkembangan ideologi yang menyimpang dengan menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Sehingga, diperlukan sinergitas antara FKPT dengan Kemenag Sultra dalam membina pemuda, ASN guru, penyuluh agama agar terhindar dari esktrimisme dan radikalisme. 

Kakanwil Kemenag Sultra H. Zainal Mustamin didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, H. Muhammad Basri, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam, H. Jumaing menerima kunjungan dan silaturahmi dengan pengurus FKPT Sultra, di Graha Moderasi Beragama Kanwil Kemenag Sultra. Jumat (18/3/2022). 

Turut mendampingi Ketua FKPT Hj. Andi Intang Dulung adalah Sekretaris FKPT Sultra Hamdani Piabang, M.Si, Kabid Agama Sosial Ekonomi dan Budaya Prof Aris Badara, Kabid Media Massa Hukum dan Humas Sarjono, Kabid Pemuda dan Pendidikan Dr I Made Guyasa, Kabid Perempuan dan Anak Hj Nurhayati, M.Pd dan Kabid Pengkajian dan Penelitian Dr Abdul Kadir.

Institusi pendidikan keagamaan harus bersih dari radikaliame

Silaturahmi pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dengan pihak Kanwil Kementrian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara mengusung semangat menjaga institusi pendidikan dari radikalisme.

“Kita mesti memiliki strategi dengan penguatan moderasi beragama. Tujuannya mencegah radikalisme dan hidup lebih rukun,” kata Kakanwil Kemenag Sultra H. Zainal Nustamin.

Misi radikalisme sudah menyasar siapa pun tidak terkecuali penyuluh agama, lembaga pendidikan maupun Aparat Sipil Negara (ASN), sehingga kewaspadaan dini harus diterapkan.

Kemenag Sultra terus melakukan berbagai program pencegahan dengan pendekatan penguatan moderasi beragama. 

Penguatan moderasi beragama terus dilakukan sampai di tingkat Kabupaten/Kota se Sultra dengan melibatkan Pemerintah Daerah, dan Forum Kerukunan Umat Beragama. 

Hal senada disampaikan Ketua FKPT Sultra Hj Andi Intang Dulung bahwa saat ini masyarakat diperhadapkan dengan perkembangan ideologi yang menyimpang dengan menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Sehingga, diperlukan sinergitas antara FKPT dengan Kemenag Sultra dalam membina pemuda, ASN guru, penyuluh agama agar terhindar dari esktrimisme dan radikalisme. 

Kakanwil Kemenag Sultra H. Zainal Mustamin didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, H. Muhammad Basri, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam, H. Jumaing menerima kunjungan dan silaturahmi dengan pengurus FKPT Sultra, di Graha Moderasi Beragama Kanwil Kemenag Sultra. Jumat (18/3/2022). 

Turut mendampingi Ketua FKPT Hj. Andi Intang Dulung adalah Sekretaris FKPT Sultra Hamdani Piabang, M.Si, Kabid Agama Sosial Ekonomi dan Budaya Prof Aris Badara, Kabid Media Massa Hukum dan Humas Sarjono, Kabid Pemuda dan Pendidikan Dr I Made Guyasa, Kabid Perempuan dan Anak Hj Nurhayati, M.Pd dan Kabid Pengkajian dan Penelitian Dr Abdul Kadir. (red) 

Editor

Comment