Ketua PPNI Kolut: Yang Bertugas di Ruang Ponek adalah Bidan

banner 468x60

LASUSUA, TOPIKSULTRA.COM — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kolaka Utara, menanggapi pemberitaan terkait meninggalnya seorang Ibu hamil asal Desa Katoi, Yusrinda, yang meregang nyawa di RSUD HM Djafar Harun, Lasusua, seperti dilansir TOPIKSULTRA.COM, Sabtu (23/01/20201), dengan judul: Ibu Hamil Meregang Nyawa di RSUD Kolut, Suami Beberkan Perlakuan Dokter dan Perawat.

Menanggapi berita tersebut, Ketua DPC PPNI Kolut, Irham,SKM, melalui kepala Bidang Diklat PPNI, Samsuddin,SKM, mengklarifikasi bahwa dalam struktur atau tupoksi perawat di Rumah Sakit Umum Djafar Harun Lasusua, umumnya di tempatkan di bagian ruang perawatan, UGD, dan ruang poli.

“Kalau di ruang PONEK (pelayanan obstetri neonatal esensial emergensi komprehensif,red), itu yang bertugas adalah bidan yang menangani persalinan, kecuali Kalau dokter butuhkan tenaga perawat di ruang persalinan (PONEK) baru mereka ke sana bertugas,” katanya kepada TOPIKSULTRA.COM, Senin (26/1/2021), di temui di kediamannya.

Samsuddin menegaskan, dengan kejadian tersebut, pihaknya secara kelembagaan akan meminta klarifikasi ke RSUD Djafar Harun, terkait pemberitaan meninggalnya salah seorang Ibu hamil yang diduga tidak mendapatkan pelayanan maksimal, sehingga Ibu dan bayinya yang masih dalam kandungan tidak terselamatkan.

Menurutnya, yang perlu diketahui bahwa tenaga medis atau tenaga kesehatan, bukanlah hanya dari perawat akan tetapi ada juga tenaga kesehatan dari luar perawat. “Seperti bidan dan dokter,” tuturnya.

Samsuddin juga berharap, manajemen RSUD Djafar Harun segera memberikan klarifikasi terkait meninggalnya Ibu hamil dan bayinya yang masih dalam kandungan, yang diduga akibat tidak maksimalnya pelayanan dokter dan bidan di RSUD tersebut.

Laporan : Ahmar

Editor