Kolut Tempati Urutan III Dalam Turunkan Stunting Dari 17 Kabupaten dan Kota

banner 468x60

TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA UTARA – Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima Penghargaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) atas keberhasilannya dalam percepatan penurunan angka kasus stunting di wilayahnya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Pj. Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto pada acara kegiatan Musrenbang Tingkat Provinsi Sultra, yang digelar di Salah satu Hotel di Kendari

“Kalau yang berprestasi kita kasih reward, bagi yang tidak jelas kita ingatkan,” ujar Andap Budhi Revianto saat membuka kegiatan Musrenbang. Kamis (18/4/2024)

Lebih lanjut,Andap Budhi Revianto mengatakan dalam membangun Daerah harus didasari data yang akurat dan akuntabel, pihaknya mengapresiasi atas capaian sejumlah daerah akan keseriusannya dalam menekan angka kasus stunting di wilayahnya masing-masing.

Melalui musrenbang tersebut, Andap juga menghimbau agar pertemuan yang digelar mampu menghasilkan produk perencanaan pembangunan yang baik. Perumusannya dan musyawarah ditekankan harus maksimal dan tidak dibuat asal-asalan.

“Harus terlaksana dapat dipertanggung jawabkan untuk kemaslahatan umat dan kesejahteraan masyarakat Sultra pada umumnya,” katanya

Sementara itu, Penjabat (Pj )Bupati Kolaka Utara,Dr.Ir. Sukanto Toding menjelaskan bahwa Kabupaten Kolaka Utara menempati posisi terbaik III dalam pelaksanaan aksi konvergensi upaya percepatan penurunan stunting terintegrasi 2023.

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mengapresiasi semua pihak yang turut serta dalam upaya penanganan masalah kesehatan tersebut hingga mencapai harapan yang diinginkan.

“Ini hasil kerja keras semua pihak. Semoga selalu konsisten untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi di tahun mendatang,” ungkapnya

Sukanto Toding menyebut, Pemerintah Kabupaten juga terus memprioritaskan penurunan angka stunting melalui program Bapak Ibu Asuh (BAS), bantuan makanan bergizi disalurkan kepada balita yang menderita stunting. Program ini mencakup pemberian susu, daging, telur, dan beras untuk mendukung pertumbuhan anak-anak yang teridentifikasi mengalami stunting.

“Stunting merupakan masalah serius kesehatan masyarakat yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Data menunjukkan bahwa stunting dapat menyebabkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kualitas hidup anak hingga dewasa,”sebutnya

Selain itu, Menurut Sukanto Toding, ada banyak pihak yang terlibat dalam kesuksesan tersebut melalui bentuk kaleborasi semisal penggalangan sumber pendanaan, bantuan berasal dari Baznas dan Dinas Tanaman Pangan. Dari sisi perumahan, juga terlibat pihak Perumahan dan PU, sementara Tim Pendamping Keluarga Stunting memberikan pendampingan bagi keluarga yang membutuhkan.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kolaka Utara, Ihwan memaparkan penilaian kinerja delapan aksi konvergensi merupakan agenda tahunan Bappeda Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menilai sejauh mana pelaksanaan delapan aksi konvergensi serta capaian program percepatan penurunan stunting di 17 kabupaten-kota kota.

Kolaka Utara (Kolut) sendiri salah satu kabupaten yg baru menjadi lokasi fokus (lokus) program percepatan penurunan stunting pada tahun 2022 dan menjadi salah satu penilaian kinerja dilaksanakan pada 2023. Kolut berhasil memperoleh predikat ke 3 dengan prevalesni stunting berdasarkan data dari Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) pada 2021 tercatat sebanyak 29,1 persen dan menurun para 2022 sebesar 24,8 persen. “Untuk 2023 belum dirilis terkecuali pemprov,” ujarnya.

Langkah-langkah pemda dalam menekan kasus tersebut tidak hanya berfokus pada penanganan akut stunting, tetapi juga pada pencegahan sejak dini melalui penyuluhan gizi, perbaikan akses terhadap pangan bergizi, serta penguatan sistem kesehatan masyarakat.

Dengan adanya kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat, Ihwan berharap diharapkan bahwa perubahan positif dalam status gizi anak-anak Kolut dapat terwujud dan membawa dampak yang signifikan bagi masa depan generasi mendatang.

Laporan : Ahmar

Editor

Comment